A L’EXPLORATION DE L’INDONÉSIE

DESCRIPTION

A L’EXPLORATION DE L’INDONÉSIE

Le 18 Mars 2017, ouverture des portes à 16h30
à l’auditorium et la salle de danse de la Maison des Associations
Un événement culturel unique vous permettant de découvrir l’Indonésie et sa diversité de cultures. Le salon comprend de nombreux spectacles tels que les danses traditionnelles, l’art martial Pencak Silat, musique traditionnelle Angklung. Nous mettrons en place des stands de souvenirs artisanaux indonésiens, des dégustations de plats typiques.

Venez nombreux car nous vous accueillerons avec plaisir et impatience !

Pour tout renseignement, veuillez nous contacter par mail :
rennesppi@gmail.com

Lien:
https://www.eventbrite.fr/e/billets-a-lexploration-de-lindonesie-31649927786?utm-medium=discovery&utm-campaign=social&utm-content=attendeeshare&aff=escb&utm-source=cp&utm-term=listing

Vacuum Cleaner Bernada Sol

Vacuum Cleaner Bernada Sol

Sekitar awal tahun 2014, saya masih tinggal di Rennes, Prancis. Waktu itu minggu pagi sekitar jam 10-an. Tapi anda bilang, “jam 10 kok pagi? Itu sih udah siang”. Ya, saya setuju jika kita berada pada konteks hari Senin sampai Jumat. Menurut saya, dalam konteks bermalas-malasan akhir pekan, Minggu jam 10 lebih senang dipanggil pagi.

Ramadhan PPI Rennes 1434 H / 2013 M

Ramadhan PPI Rennes 1434 H / 2013 M

Film tentang suasana Ramadhan oleh PPI Rennes 2013-2014

Rennes living guide – Settling down

Rennes living guide – Settling down

Rennes is a relatively small city in west of France, in an area called Bretagne. Rennes itself is a capital of Bretagne. Around one year ago, when I got accepted in IAE-IGR Rennes 1, I was looking at Rennes information in wikipedia. The most famous spot in Rennes is Republique, which has a huge building looks like the city symbol. And also old houses from medieval era.

La danse de Saman

La danse de Saman

Tari Saman dalam acara Malam Indonesia di Rennes
La danse de Saman à l’événement de La Nuit Indonésienne de Rennes (Mai 2013)

La Nuit Indonésienne de Rennes (Mai 2013) partie 2

La Nuit Indonésienne de Rennes (Mai 2013) partie 2

La Nuit Indonésienne de Rennes (Mai 2013) partie 2

La Nuit Indonésienne de Rennes (Mai 2013) partie 1

La Nuit Indonésienne de Rennes (Mai 2013) partie 1

La Nuit Indonésienne de Rennes (Mai 2013) partie 1

Tari Poco-poco la nuit de Indonésienne 2013

Tari Poco-poco la nuit de Indonésienne 2013

Tari Poco-poco dalam acara Malam Indonesia di Rennes
La danse de Poco-poco à l’événement de La Nuit Indonésienne de Rennes (Mai 2013)

Lannion

Lannion

Lannion adalah sebuah wilayah di Bretagne yang menjadi tempat tinggal bagi sekitar 60,000 penduduk. Saya berkesempatan mengunjungi wilayah yang dipenuhi pantai-pantai cantik ini pada tanggal 23-24 April 2011 yang lalu. Perjalanan dari Rennes ke Lannion ditempuh menggunakan TER dan TGV selama kurang lebih 2 jam bersama dengan beberapa teman sesama pelajar Indonesia dari Rennes. Sesampainya di Lannion, kami sudah disambut oleh Mas Istas, mantan ketua PPI Rennes yang sekarang bermukim bersama keluarganya di Lannion. Rumah mas Istas tidak begitu jauh dari Gare Lannion, tak lama kami sampai di rumahnya dan disambut kehangatan istri mas Istas dan si kecil Difa. Setelah mereview kira-kira pantai mana saja yang akan kami kunjungi selama berada di Lannion, kami menyantap makan siang terlebih dahulu lalu kemudian memulai wisata hari pertama.

Saint Malo

Saint Malo

Pada bulan April kemarin, saya berkesempatan mengunjungi dua wilayah pantai di seputar Bretagne. Trip yang pertama memang sudah direncanakan sejak bulan Maret, sementara trip yang kedua adalah rencana dadakan yang langsung dieksekusi dan hanya dipersiapkan beberapa hari sebelum keberangkatan. Trip pantai yang pertama adalah trip mengunjungi Saint Malo. Saint Malo sendiri adalah daerah wisata yang cukup terkenal dan banyak dikunjungi di wilayah Bretagne. Bisa dibilang, Saint Malo adalah daerah wisata nomor dua yang paling terkenal setelah Saint Michel di Bretagne. Bisa dibilang perjalanan ke Bretagne tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Saint Michel dan Saint Malo. Saya sudah mengunjungi Saint Michel di bulan-bulan pertama kedatangan di Prancis, sehingga kunjungan ke Saint Malo ini seakan menjadi terpenuhinya syarat kelengkapan bagi saya untuk dikatakan sebagai penduduk Bretagne. Saya berangkat hari Sabtu, 16 April 2011 bersama rombongan satu bis termasuk beberapa teman sekelas yang mendaftar melalui UEB (Universite Europeenne de Bretagne), asosiasi yang seringkali mengadakan excursion atau acara jalan-jalan bersama untuk para mahasiswa asing dengan harga murah.