<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ppirennes&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ppirennes.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ppirennes.wordpress.com</link>
	<description>Selamat Datang di Blog PPI Rennes - Bretagne - Perancis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 10:19:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ppirennes.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ppirennes&#039;s Blog</title>
		<link>http://ppirennes.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ppirennes.wordpress.com/osd.xml" title="ppirennes&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ppirennes.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bulan Ramadhan di kota Rennes</title>
		<link>http://ppirennes.wordpress.com/2011/09/05/bulan-ramadhan-di-kota-rennes-bulan-penuh-rahmat-juga-penuh-warna-kehidupan/</link>
		<comments>http://ppirennes.wordpress.com/2011/09/05/bulan-ramadhan-di-kota-rennes-bulan-penuh-rahmat-juga-penuh-warna-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 17:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppirennes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan sehari-hari (La vie quotidienne)]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Rennes]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppirennes.wordpress.com/?p=1029</guid>
		<description><![CDATA[00.20, di Rennes, Perancis “Assalamualaikum! Belum tidur?” Terbaca tulisan teman saya yang tinggal di Indonesia di dalam kotak chat di layar komputer jinjing saya. Saya menjawab “Barusan pulang Tarawih”. Teman yang berada di Indonesia dan tinggal tinggal di daerah waktu bagian Barat (BBWI) langsung menimpali “Lha, saya baru balik dari mesjid untuk shalat Subuh”. “Ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=1029&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;">00.20, di Rennes, Perancis<br />
“Assalamualaikum! Belum tidur?” Terbaca tulisan teman saya yang tinggal di Indonesia di dalam kotak chat di layar komputer jinjing saya.<br />
Saya menjawab “Barusan pulang Tarawih”.<br />
Teman yang berada di Indonesia dan tinggal tinggal di daerah waktu bagian Barat (BBWI) langsung menimpali “Lha, saya baru balik dari mesjid untuk shalat Subuh”.<br />
“Ya jelas! Perancis dan Indonesia beda waktunya 5 jam di musim panas. Kalau di Indonesia sudah menjelang pagi, di Perancis masih tengah malam” jawabku.<br />
Kita berdua langsung menuliskan kode-kode tertawa di kotak chat.<br />
Aku langsung menambahkan “Di awal Ramadhan tahun ini (1422 H/ 2011 M), shalat Isyanya jatuh pada jam 23.10. Jadi bisa dipastikan dan kamu bisa kira-kira, jam berapa shalat Tarawih akan berakhir!”</span></span></h6>
<p>========================<br />
Dialog di atas merupakan pembicaraan singkat saya dengan teman saya di Indonesia tentang suasana bulan Ramadhan di Perancis khususnya kota Rennes. Sepertinya teman saya ingin mengetahui suasana bulan Ramadhan yang pada tahun 2011 ini berada di musim panas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h6><strong><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Ramadhan dan musim panas</strong></span></span></strong><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Bulan yang paling mulia diantara 12 bulan selama setahun adalah bulan Ramadhan. Pada bulan yang mulia ini seluruh umat Islam diwajibkan berpuasa. Pada bulan ini juga diturunkannya kitab suci umat Islam yaitu Al.Qur&#8217;an. Berbagai macam ganjaran amalan dan magfirah ada di bulan ini. Dan berbagai macam kejadian istimewa pada sejarah umat Islam terjadi di bulan ini.<br />
Pada tahun 2011 Masehi atau 1432 Hijriah, Ramadhan di Perancis jatuh pada musim panas. Dari pengumuman resmi, bulan Ramadhan dimulai pada tanggal 1 Agustus 2011. Musim panas di Perancis sendiri dimulai pada tanggal 21 Juni dan berakhir tanggal 20 September. Dan diantara 4 musim, memang musim panaslah dimana suhu hariannya lebih tinggi dibandingkan 3 musim yang lain.<br />
Ketika pertama kali akan memasuki bulan Ramadhan tahun 2011 ini ada sedikit ketakukan tentang keadaan cuaca kesangggupan berpuasa. Dimana pada musim panas dengan suhu yang cukup tinggi, siang yang waktunya lebih panjang dibandingkan malam, saya mempunyai pikiran apakah sanggup melaksanakan puasa di saat ini.</span></span></h6>
<p>&nbsp;</p>
<h6><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Tempat shalat</strong></span></span><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Saya adalah termasuk mahasiswa muslim yang beruntung dikarenakan asrama tempat saya tinggal dekat dengan dua tempat shalat. Yang pertama, merupakan pusat kebudayaan Islam yang jaraknya sekitar 150 meter dan yang kedua berupa ruangan shalat yang jaraknya sekitar 400 m. Yang pertama tentunya lebih besar yang mempunyai bangunan sendiri yang mungkin bisa dikatakan mesjid sedangkan yang kedua hanya merupakan ruangan tempat shalat yang berada di lantai dasar sebuah gedung apartemen. Dan di kedua tempat itu, ada shalat berjamaah lima waktu dan shalat jumat.<br />
Pada bulan Ramadhan tahun lalu, di kedua tempat ini ada diadakan buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah.</span></span></h6>
<p>&nbsp;</p>
<h6><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Berbuka Puasa</strong></span></span><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Saya melewati lapangan yang dilapisi batu paving bernama Place de Kennedy. Di satu sisi lapangan ini ada tempat pemberhentian terakhir metro (kereta bawah tanah) kota Rennes. Di sisi kiri-kanan lapangan ini ada supermarket, beberapa toko, perpustakaan umum dan kantor-kantor pemerintah terutama yang berafiliasi dengan dinas sosial. Di sekitar lapangan ini ada juga tempat parkir di bawah tanah dan lapangan bermain untuk anak-anak.</span></span></h6>
<div id="attachment_1031" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/09/ramadhan-1432h_11.jpg"><img class="size-medium wp-image-1031" title="Ramadhan 1432H_1" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/09/ramadhan-1432h_11.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana sepi kota Rennes menjelang berbuka puasa</p></div>
<h6><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Ketika melewati lapangan ini, jam tangan saya menujukkan pukul 21.30. Di lapangan tersebut sudah tidak ada orang. Dalam hati saya mengatakan “Pantas sepi dan ngak ada orang, beberapa saat lagi bakal tengah malam, tentu orang-orang telah berada di tempat tinggalnya masing-masing untuk beristirahat”. Dan waktu bekerja telah berakhir beberapa jam sebelumnya atau sekitar jam 18.00-19.00. Walaupun demikian, karena pada saat ini adalah musim panas, cahaya matahari masih ada alias keadaan masih terang-benderang. Di sisi lain, umat muslim belum bisa berbuka puasa karena waktu berbuka puasa baru akan dilaksanakan pada pukul 21.45.<br />
Saya sempat berpapasan dengan beberapa orang yang barusan keluar dari stasiun metro walau mungkin jumlahnya tidak sebanyak dibandingkan pada jam-jam kerja. Walaupun sebenarnya pada saat itu adalah sore hari menjelang Magrib, sudah tidak ada lagi orang-orang yang duduk atau berkumpul di tempat itu.<br />
Dari lapangan ini saya sudah dapat melihat gedung berlantai 4, tempat ruangan shalat yang saya tuju. Letak gedung itu antara lapangan/place Kennedy dengan rue (jalan) Nivermais. Pada gedung tersebut, di bagian bawah tanahnya terdapat kantor Gendarmerie National (polisi daerah). Tempat sholatnya sendiri berada di lantai dasar gedung dan di lantai-lantai selanjutnya adalah apartemen-apartemen.<br />
Begitu masuk ruangan shalat baru terasa suasana keislaman dan berpuasanya. Besar ruangan shalat tersebut sekitar 10 x 9 meter. Dilapisi karpet bermotif dengan warna dominan hijau. Ada tempat berwudhu kecil, toilet dan dapur yang semuanya serba kecil. Di tempat dilaksanakan shalat 5 waktu secara berjamaah dan shalat Jum&#8217;at. Tidak ada tempat shalat untuk jemaah wanita tetapi setiap hari Sabtu antara shalat Dhuhur sampai Ashar, ruangan sholat ini dipakai sebagai tempat pendidikan untuk jamaah wanita.<br />
Pada saat itu, ada beberapa orang yang sedang melaksanakan shalat sunat di ruangan sholat tersebut. Di bagian belakang ruangan, ada beberapa orang yang sedang membaca Al-Qur&#8217;an. Ada juga orang-orang yang sedang berdzikir menunggu waktu berbuka. Ada seorang petugas yang berjalan diantara orang-orang, membawa tampan yang berisi kurma dan menawarkannya kepada orang-orang. Orang-orang tentu akan mengambil secukupnya, antara 1 sampai 3 biji. Di sebelah pintu masuk sudah ada meja yang di atasnya tersedia beberapa hidangan untuk makan malam.<br />
Tepat pada waktu yang sudah ditentukan, dikumandangkan azan Magrib. Saya memakan kurma yang telah dibagikan ke saya. Orang-orang di sekitar saya juga melakukan hal yang sama. Ada juga yang mengambil gelas plastik dan botol air mineral untuk keperluan minum. Dan selama azan Magrib dikumandangkan, ada petugas yang kembali berjalan di antara orang-orang dengan membawa piring untuk mengumpulkan biji kurma dari para jamaah.<br />
Begitu selesai azan Magrib, semua jamaah berdiri dan mengatur shaf untuk melaksanakan shalat Magrib. Sekilas saya lihat, ada juga beberapa orang masih ada yang minum atau makan kurma di dekat meja tempat makanan tersedia. Yang pastinya setelah azan Magrib, shalat Magrib langsung dilaksanakan tanpa ada shalat sunat Rawatib.<br />
Setelah shalat Magrib, beberapa jamaah ada yang berzikir, berdoa dan langsung pulang. Ada juga yang melaksanakan shalat sunat Rawatib. Tak berapa lama kemudian, beberapa orang mengambil meja bulat yang kakinya bisa dilipat. Sekitar tiga atau empat meja yang dikeluarkan dan dipasang di dalam ruangan shalat. Dan di atas meja tersebutlah diletakkan makanan untuk makan malam.<br />
Makan malam yang dihidangkan biasanya berupa sup Al-Harirah, roti tawar, roti dadar, beberapa gorengan, telur rebus dan kurma. Terkadang juga di sediakan Qus-qus. Makanan-makanan yang dihidangkan tentunya bernuansa Magrebien atau Afrika Utara. Untuk minuman selain air mineral, juga dihidangkan kopi, kopi susu, susu dan jus buah.</span></span></h6>
<div id="attachment_1033" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/09/ramadhan-1432h_5.jpg"><img class="size-medium wp-image-1033" title="Ramadhan 1432H_5" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/09/ramadhan-1432h_5.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Qus-qus dan makanan berbuka puasa lainnya.</p></div>
<h6><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Pada saat menikmati makan malam, saya bertanya pada teman mahasiswa yang kebetulan melakukan percobaan untuk disertasi Doktoralnya di laboratorium dengan saya dan berasal dari salah satu negara di Afrika Utara tentang shalat Tarawih di ruang shalat ini. Dia menginformasikan, untuk tahun ini tidak ada shalat Tarawih di tempat itu. Shalat Tarawih dipindah ke sebuah mesjid yang sedang dalam pembangunan dan letaknya dekat dengan laboratorium kami. Dan teman saya itu berjanji mengajak saya untuk shalat Tarawih di sana.<br />
Setelah makan malam selesai, para jamaah secara bergotong-royong membersihkan sisa makanan di atas meja, membereskan meja, melipat meja dan mengembalikan ke tempat penumpukan meja. Ada yang bertugas mencuci piring dan membersihkan karpet dengan penyedot debu.</span></span></h6>
<p>&nbsp;</p>
<h6><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Rennes dan berbagai hal</strong></span></span><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Rennes adalah sebuah kota di bagian barat Perancis. Kota ini merupakan ibukota dari région Bretagne (region = setingkat propinsi di Indonesia, red) sekaligus ibukota dari departemen Ile et Vilaine (departemen = setingkat kabupaten di Indonesia, red). Untuk mencapai kota ini , hanya diperlukan waktu 2 jam dengan kereta api cepat (TGV) dari Paris.<br />
Di kota yang berpenduduk sekitar 450 ribu orang ini, ada beberapa tempat shalat yang berada di beberapa lokasi. Ada yang hanya berupa ruangan yang dijadikan tempat shalat dan ada pula bangunan yang memang difungsikan sebagai mesjid atau pusat kebudayaan Islam. Salah satunya adalah yang ada di sebuah bangunan yang dekat dengan lapangan/place JF Kennedy.<br />
Rennes yang berada di region Bretagne dimana region ini sebagian besar dibatasi oleh lautan-lautan besar seperti selat Manche/selat Inggris di bagian utara dan lautan Atlantik dibagian barat dan selatan region ini yang membuat iklim di daerah ini sangat dipengaruhi oleh iklim laut. Akibatnya pada musim panas suhu tidak begitu panas karena angin dari kedua laut sering membawa hujan dan pada musim dingin, salju juga jarang turun.</span></span></h6>
<p>&nbsp;</p>
<h6><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Temperatur yang bersahabat</strong></span></span><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Salah satu yang membuat berdebar-debar sebelum memasuki Ramadhan tahun ini yang juga berada di musim panas adalah temperatur. Di musim panas, tentu temperatur akan lebih tinggi dari tiga musim lainnya. Kalau di Indonesia, mungkin suhu sepanjang tahun sekitar 27-28 °C per tahun karena letaknya berada di daerah khatulistiwa. Tetapi untuk wilayah Eropa yang letaknya di daerah sub tropis, pada musim dingin, temperatur bisa turun sampai di bawah nol dan musim panas temperatur bisa di atas 27-28 °C, bahkan untuk Rennes sendiri bisa di atas 30 °C.<br />
Dikarenakan temperatur musim panas yang tinggi, masalah dehidrasi adalah hal yang ditakuti. Dengan waktu siang yang panjang, matahari yang bersinar terik dan suhu yang tinggi, tentu tubuh akan kehilangan banyak cairan kalau tidak ada suplay cairan yang masuk. Dengan kata lain, cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dari yang masuk.<br />
Tetapi Allah menurunkan pertolongannya untuk Ramadhan tahun. Berkaitan dengan temperatur di Rennes dan wilayah Bretagne yang dipengaruhi laut yang menyebabkan musim panas tidak terlalu panas sehingga selama 10 hari pertama puasa, suhu berkisar antara 10 – 26 °C atau suhu yang masih sejuk di badan termasuk untuk ukuran orang dari daerah tropis seperti saya. Bahkan ada hari dimana suhu berkisar 8 sampai 19 derajat Celcius.<br />
Sedangkan kalau dilihat dari keadaan cuaca, sepuluh hari pertama dilalui sebagian besar dengan suasana cerah berawan, walau dominan berawannya. Ada beberapa hari yang mengalami disiram hujan. Biasanya pada musim panas hujan jarang turun. Dan kalau pada hari dengan matahari bersinar terang, tetap saja matahari tidak bersinar terik.<br />
Jika saya baca untuk prakiraaan cuaca antara tengah sampai akhir Ramadhan melalui beberapa situs internet, suhu masih berkisar antara 12-26 °C dan keadaan cuaca adalah cerah berawan. Walau dikodekan dengan adanya gambar matahari tetapi selalu ada gambar awan yang menutup bahkan di beberapa hari awannya berwarna kelabu dengan tetes-tetes rintik hujan. Alhamdulillah, ini menguntungkan bagi yang berpuasa karena bisa berpuasa dalam keadaan sejuk.<br />
Di lain pihak sebenarnya ini hal yang tidak mengutungkan bagi para pekerja di sektor wisata yang lokasinya banyak di piggir pantai. Dengan cuaca yang rada kelabu dan suhu cenderung dingin, tentunya tidak banyak pengunjug yang datang ke daerah pantai. Padahal daerah Bretagne mempunyai banyak daerah wisata pantai. Di sini terlihat, pada sebuah keadaan, di satu sisi menguntungkan sebagian pihak, tetapi di pihak lain tidak menguntungkan. Saya tidak mengatakan ini merugikan karena bisa saja Allah memberi hikmah dibalik semua kejadian ini.<br />
Beberapa teman-teman Perancis yang banyak perhatian ke bidang iklim/klimatologi mengatakan ini akibat perubahan iklim global. Cuaca dan iklim bisa berubah tanpa bisa diprediksi dan tidak sesuai dengan fenomena yang sudah dikaji sebelumnya. Dalam keadaan normal, biasanya di musim panas suhu tentunya akan lebih tinggi dari musim-musim yang lain dan matahari akan bersinar terang. Tetapi saat musim panas yang bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun ini, suhunya tidak terlalu panas dan matahari bersinar tetapi tidak terlalu cerah serta ditutupi awan malah ada rintik-rintik hujan sehingga sudah mirip musim semi atau gugur. Di satu pihak, sebagai orang yang melaksanakan puasa tentu nyaman berpuasa dalam keadaan yang sejuk tetapi di sisi lain juga perlu ada perhatian dengan perubahan iklim global yang tidak menentu ini.</span></span></h6>
<p>&nbsp;</p>
<h6><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Waktu berpuasa dan shalat Tarawih </strong></span></span><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Dilihat dari jadwal berpuasa Ramadhan yang dibagikan oleh tempat shalat di dekat asrama saya, untuk kota Rennes, di hari-hari pertama puasa Ramadhan, shalat subuh jatuh pada jam 05.15. Ini akan terus berubah sampai akhir Ramadhan menjadi jam 06.03. Sementara waktu shalat Magrib berada pada pukul sekitar 21.45 dan di akhir Ramadhan ada pada pukul 20.56. Jadi pada tahun ini, puasa Ramadhan di kota Rennes berlangsung sekitar 15 sampai 16,5 jam.<br />
Selain adanya acara berbuka puasa bersama di hampir setiap tempat ibadah di Rennes, shalat Tarawih berjamaah juga diadakan di beberapa tempat ibadah. Di salah satu ruangan shalat kota Rennes yang tak jauh dari asrama tempat saya tinggal yaitu di place JF Kennedy, buka puasa bersama dan shalat Magrib tetap diadakan. Tetapi mulai tahun 2011 ini shalat Isya dan shalat Tarawih dipindahkan ke sebuah masjid yang sedang dalam pembangunan yang berada di Route de Vezin, sekitar 2,5 km dari Place JF Kennedy.<br />
Karena masih dalam proses pembangunan, fasilitas-fasilitas pendukung belum berapa lengkap seperti belum ada kran air di tempat berwudhu sehingga air diambil dari kran yang ada di luar ruangan berwudhu. Ketika pertama kali datang ke tempat sholat tersebut dengan diantar oleh teman dari salah satu negara Afrika Utara yang juga merupakan teman satu lab saya, saya baru tahu kalau tempat itu ngak jauh dari tempat percobaan saya yaitu di dekat kantor Penelitian dan Pengembangan Pertanian region Bretagne. Letaknya di jalan besar kota Rennes dan beberapa jalur transportasi bus melewati tempat tersebut walau di malam hari tentunya sudah tidak ada lagi jalur angkutan yang melewati tempat shalat itu.<br />
Tempat shalatnya sebenarnya berupa rumah, tetapi karena pada saat shalat Tarawih jumlah jemaahnya sangat banyak, dipakai aula di bagian belakang rumah untuk menampung jamaah laki-laki. Sedangkan jemaah wanita di ruang shalat utama. Walaupun demikian, pengeras suara hanya diarahkan ke bagian dalam aula sehingga tidak ada suara ke luar yang bisa saja mengganggu penghuni rumah-rumah di sekitarnya yang mungkin bukan beragama muslim. Di balik masih sederhananya tempat ini, kemauan saling tolong menolong antar sesama orang muslim tidaklah luntur. Ada suatu waktu ketika saya mengikuti shalat Tarawih, pagurus tempat shalat mengumumkan kalau ada beberapa jamaah dari sebuah kota di Spanyol yang singgah di mesjid itu untuk mengumpulkan dana pembangunan mesjid mereka dan pengurus meminta jamaaah mendermakan harta mereka seikhlasnya setelah shalat Tarawih berakhir. Dan memang setelah salat Tarawih berakhir, banyak jamaah yang menyumbangkan uang mereka kepada rombongan jamaah dari Spanyol itu.<br />
Pada tahun 2011 ini dimana bulan Ramadhan jatuh pada musim panas, untuk shalat Isya di sepuluh hari pertama Ramadhan, dimulai setelah pukul 23.00. Pada hari pertama Ramadhan di Rennes, shalat Isya dimulai jam 23.11. Dan jam mulai shalat Isya akan terus maju sehingga di akhir Ramadhan shalat Isya dimulai sekitar jam 22.10.<br />
Di antara selang waktu antara shalat Magrib dan Isya, jemaah masjid melakukan aktifitasnya masing-masing. Ada yang membaca Al-Qur&#8217;an, berdzikir, berdiskusi masalah agama dan kegiatan berguna lainnya. Dua puluh menit sebelum shalat Isya di malam sabtu atau minggu terkadang ada ceramah dalam bahasa Arab dan Perancis. Terkadang juga antara shalat Tarawih dan Witir juga ada ceramah beberapa menit. Tetapi ceramah ini tidak dilakukan di malam-malam yang esok harinya adalah hari kerja. Pengurus mesjid mengantisipasi supaya jamaah tidak pulang terlalu malam dan berkurang istirahatnya sehingga kurang produktifitasnya pada saat bekerja di siang harinya. Jadi sebuah toleransi yang unik antar seluruh komponen umat. Umat bisa menunaikan ibadah malam bulan Ramadhan tetapi dia juga efektif dan produktif bekerja di siang hari.<br />
Untuk pelaksanaan shalat Isya dan Tarawih di sepuluh hari pertama dimana shalat Isya dimulai sudah lebih dari jam 23.00, setelah adzan, shalat Isya langsung ditunaikan tanpa diberi kesempatan kepada jamaah untuk shalat sunat Rawatib. Setelah shalat Isya, shalat Tarawih juga langsung dilaksanakan.<br />
Jumlah rakaat shalat tarawih di tempat ibadah di Rennes adalah 8. Pelaksanaannya adalah setiap 2 rakaat ada sekali salam. Jumlah rakaat shalat Witir adalah 3 rakat dengan 2 kali salam. Pada rakaat terakhir di shalat Witir biasanya iman akan membaca doa Qunut yang biasanya cukup panjang.<br />
Walaupun sebenarnya pada imam di tempat shalat kota Rennes sebenarnya hafidz atau penghapal Al-Qur&#8217;an, tetapi tetap saja mereka tidak membaca ayat-ayat yang terlalu panjang setelah surat Al Fatihah, apalagi di hari sepuluh hari pertama dimana waktu shalat Tarawih dimulai ketika hampir mendekati tengah malam. Sepertinya ini juga toleransi kepada para jamaah supaya shalat tarawih tidak terlalu malam berakhirnya dan jamaah pulang tidak terlalu larut malam. Karena kalau sudah malam tentunya transportasi umum sudah tidak ada lagi dan mengganggu jadwal istrahat jamaah yang akan bekerja esok siang harinya.<br />
Tapi dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di sepuluh akhir Ramadhan terutama malam ganjil, imam akan membaca surat dan ayat yang sangat panjang. Saya pikir ini bertujuan untuk mendapat keagungan malam lailatul Qadar. Dan pada malam ke dua puluh lima yang dipercayai sebagai malam Lailatul Qadar, shalat Qiyamullail biasanya akan dilakukan sepanjang malam. Setiap delapan rakaat ada jedanya. Pada saat jeda, jemaah bisa minum, berwuduk kembali atau beristirahat. Bahkan pengurus mesjid menyediakan sajian untuk disantap pada malam ke dua puluh lima tersebut. Sehingga pada malam ke dua puluh lima, shalat Qiyamullail dilakukan dari habis Isya sampai menjelang shalat Subuh.</span></span></h6>
<p>&nbsp;</p>
<h6><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Di ujung malam</strong></span></span><span style="font-family:Gill Sans,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Pada jam 00.10 di sepuluh hari pertama Ramadhan, biasanya shalat Qiyamullail berakhir. Beberapa jamaah menyempurkan shalatnya dengan berzikir dan berdoa. Lalu satu persatu bangkit untuk pulang ke tempat tinggalnya masing-masing. Di luar tempat ibadah, ada beberapa jamaah yang saling berbicara walau saya pikir tidak berlangsung lama karena mereka harus pulang secepatnya untuk mempersiapkan puasa dan aktifitas kerja mereka keesokan harinya. Sebagian besar jamaah langsung pulang ke tempat tinggalnya masing-masing baik dengan berjalan kaki, kendaraan mobil pribadi maupun sepeda. Untuk transportasi umum mungkin sudah sangat jarang karena malam sudah terlalu larut.<br />
Walau Ramadhan tahun 2011 ini berada di musim panas tetapi tetap saja temperatur kadang dingin dan sering turun rintik-rintik hujan. Jaket dan payung juga menjadi perlengkapan wajib ketika pergi ke tempat ibadah untuk menunaikan shalat Qiyamullail untuk menghindari dingin dan kehujanan ketika pergi atau pulang setelah melaksanakan ibadah.<br />
Di bawah penerangan lampu-lampu jalan, saya susuri jalan untuk kembali ke tempat saya tinggal. Semua jamaah termasuk saya tentunya sangat berharap Allah akan menerima segala amalan yang kita perbuat dari di siang harinya selama berpuasa dan ibadah-ibadah malam harinya. Dan sangat berharap mendapat ampunan untuk segala kesalahan yang kita perbuat di masa lalu dan menjadi orang yang bertaqwa setelah berahirnya bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan ini. Aamin (Luth)<br />
Diterbitkan oleh Harian Serambi Indonesia, 25 Agustus 2011.</span></span></h6>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppirennes.wordpress.com/1029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppirennes.wordpress.com/1029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppirennes.wordpress.com/1029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppirennes.wordpress.com/1029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppirennes.wordpress.com/1029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppirennes.wordpress.com/1029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppirennes.wordpress.com/1029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppirennes.wordpress.com/1029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppirennes.wordpress.com/1029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppirennes.wordpress.com/1029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppirennes.wordpress.com/1029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppirennes.wordpress.com/1029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppirennes.wordpress.com/1029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppirennes.wordpress.com/1029/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=1029&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppirennes.wordpress.com/2011/09/05/bulan-ramadhan-di-kota-rennes-bulan-penuh-rahmat-juga-penuh-warna-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c4549c8c1913b61d56a1a97c9fb2fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppirennes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/09/ramadhan-1432h_11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ramadhan 1432H_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/09/ramadhan-1432h_5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ramadhan 1432H_5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melahirkan di Perancis</title>
		<link>http://ppirennes.wordpress.com/2011/06/09/melahirkan-di-perancis/</link>
		<comments>http://ppirennes.wordpress.com/2011/06/09/melahirkan-di-perancis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 14:04:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppirennes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppirennes.wordpress.com/?p=958</guid>
		<description><![CDATA[Ini merupakan pengalaman pertama bagi kami dan ingin kami sharing siapa tahu bermanfaat. Saat pertama kali ke dokter langganan untuk memeriksakan kehamilan, dokter langsung memberikan pengantar ke lab memastikan kehamilan. Dari hasil lab tersebut dokter bisa mengetahui: Tanggal saat terlambat menstruasi Tanggal kehamilan pertama kali Umur kehamilan saat ini Tanggal (perkiraan) akan melahirkan. Selanjutnya dokter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=958&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini merupakan pengalaman pertama bagi kami dan ingin kami sharing siapa tahu bermanfaat. Saat pertama kali ke dokter langganan untuk memeriksakan kehamilan, dokter langsung memberikan pengantar ke lab memastikan kehamilan. Dari hasil lab tersebut dokter bisa mengetahui:</p>
<ul>
<li>Tanggal saat terlambat menstruasi</li>
<li>Tanggal kehamilan pertama kali</li>
<li>Umur kehamilan saat ini</li>
<li>Tanggal (perkiraan) akan melahirkan.</li>
</ul>
<p>Selanjutnya dokter memberikan jadwal pemeriksaan yang harus dilakukan selama kehamilan hingga melahirkan. Ada 4 pemeriksaan yang harus dilakukan yaitu:</p>
<ol>
<li>Pemeriksaan ke dokter langganan sebanyak 7 kali (mulai bulan ke 1 sd 7)</li>
<li>Pemeriksaan ecographie (USG) di Rumah Sakit sebanyak 3 kali (mulai bulan ke 3, 5 &amp; 7)</li>
<li>Konsultasi oleh Bidan (sage femme) sebanyak 4 kali (setelah bulan ke-6)</li>
<li>Konsultasi ke dokter RS dan dokter anestesi 1 bulan sebelum melahirkan.</li>
</ol>
<p>Tujuan dari masing-masing pemeriksaan adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Pemeriksaan ke dokter langganan bertujuan untuk memastikan si Ibu tidak memiliki penyakit atau virus yang dapat menular ke bayi. Untuk memastikan ini, dokter selalu memberikan pengantar untuk tes darah dan urine ke lab. Selain itu, dokter juga ingin memastikan kondisi kesehatan ibu selama hamil.</p>
<p>2. Pemeriksaan USG bertujuan untuk mengetahui kelengkapan anggota tubuh seperti jumlah jari kaki, tangan, mata, telinga dll. Berikut juga panjang/luas ukuran bayi seperti luas tengkorak, lebar telinga, ukuran jantung, panjang tulang belakang untuk kemudian dibandingkan dengan umur bayi dalam kandungan. Untuk memastikan hasil USG terkadang dokter USG juga memberikan pengantar untuk cek ke lab.</p>
<p>3. Konsultasi oleh Bidan ini bertujuan untuk mengatahui kondisi lingkungan di rumah, kegiatan dan kebiasaan sehari-hari untuk selanjutnya diberi nasehat-nasehat apa saja seperti yang harus dilakukan selama kehamilan. Bidan juga menyarankan perlengkapan bayi apa saja yang harus disiapkan.</p>
<p>4. Konsultasi terakhir dengan dokter RS dan anestasi adalah untuk mengetahui kondisi terakhir bayi sebelum dilahirkan berikut penjelasan saat melahirkan.</p>
<p>Berikutnya adalah tentang administrasi kehamilan. Dokter langganan akan memberi 2 lembar surat DÉCLARATION DE GROSSESSE (warna biru dan merah muda) saat pertama kali dinyatakan hamil. Lembar warna biru untuk diberikan ke CAf dan yang merah muda ke CPAM. Jangan lupa siapkan nama sebelum hari kelahiran agar nama anak bisa diumumkan dikoran lokal setempat (untuk dijadikan kenang2xan) dan segera dibuatkan akte kelahirannya.</p>
<p>Terakhir, di Prancis, jika kita memiliki asuransi maka semua kegiatan diatas gratis bahkan bisa juga mendapat beberapa bantuan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppirennes.wordpress.com/958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppirennes.wordpress.com/958/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppirennes.wordpress.com/958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppirennes.wordpress.com/958/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppirennes.wordpress.com/958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppirennes.wordpress.com/958/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppirennes.wordpress.com/958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppirennes.wordpress.com/958/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppirennes.wordpress.com/958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppirennes.wordpress.com/958/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppirennes.wordpress.com/958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppirennes.wordpress.com/958/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppirennes.wordpress.com/958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppirennes.wordpress.com/958/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=958&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppirennes.wordpress.com/2011/06/09/melahirkan-di-perancis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c4549c8c1913b61d56a1a97c9fb2fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppirennes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dinard</title>
		<link>http://ppirennes.wordpress.com/2011/04/10/dinard/</link>
		<comments>http://ppirennes.wordpress.com/2011/04/10/dinard/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 13:37:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppirennes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Rennes]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism (Wisata)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppirennes.wordpress.com/?p=916</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu aku membuka mata pukul 6.30, tepat saat raungan alarm di telepon selularku menggema. Masih tak puas tidur, aku mematikan alarm tersebut, kebiasaan buruk yang tak pernah hilang sejak dahulu. Tiga puluh menit kemudian aku terbangun, menyadari bahwa aku memiliki janji hari ini. Dengan sedikit tergesa-gesa, aku memaksakan diri menyantap sereal plus susu putih, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=916&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; line-height: 16.0px; font: 30.0px Verdana; color: #454545} p.p2 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; line-height: 17.0px; font: 11.0px Arial; color: #454545; min-height: 12.0px} p.p3 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; line-height: 18.0px; font: 13.0px Georgia; color: #454545} p.p4 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; line-height: 18.0px; font: 13.0px Arial; color: #454545; min-height: 15.0px} p.p5 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; line-height: 18.0px; font: 13.0px Georgia; color: #454545; min-height: 15.0px} p.p6 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: center; line-height: 18.0px; font: 13.0px Arial; color: #454545; min-height: 15.0px} p.p7 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: center; line-height: 12.0px; font: 9.0px Georgia; color: #454545} span.s1 {color: #b1aa27} span.s2 {color: #000000} span.s3 {font: 13.0px Arial; color: #000000} --><!-- p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; line-height: 16.0px; font: 30.0px Verdana; color: #454545} p.p2 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; line-height: 17.0px; font: 11.0px Arial; color: #454545; min-height: 12.0px} p.p3 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; line-height: 18.0px; font: 13.0px Georgia; color: #454545} p.p4 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; line-height: 18.0px; font: 13.0px Arial; color: #454545; min-height: 15.0px} p.p5 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; line-height: 18.0px; font: 13.0px Georgia; color: #454545; min-height: 15.0px} p.p6 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: center; line-height: 18.0px; font: 13.0px Arial; color: #454545; min-height: 15.0px} p.p7 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: center; line-height: 12.0px; font: 9.0px Georgia; color: #454545} span.s1 {color: #b1aa27} span.s2 {color: #000000} span.s3 {font: 13.0px Arial; color: #000000} --><!-- p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Verdana; color: #454545} p.p2 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Verdana; color: #454545; min-height: 15.0px} span.s1 {letter-spacing: 0.0px} --><!-- p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px 'Times New Roman'; color: #454545} p.p2 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px 'Times New Roman'; color: #454545; min-height: 15.0px} span.s1 {letter-spacing: 0.0px} -->Pagi itu aku membuka mata pukul 6.30, tepat saat raungan alarm di telepon selularku menggema. Masih tak puas tidur, aku mematikan alarm tersebut, kebiasaan buruk yang tak pernah hilang sejak dahulu. Tiga puluh menit kemudian aku terbangun, menyadari bahwa aku memiliki janji hari ini. Dengan sedikit tergesa-gesa, aku memaksakan diri menyantap sereal plus susu putih, ditambah segelas teh manis hangat untuk mengisi energi pagi itu. Tak lama aku beranjak mandi. Meskipun cuaca Eropa terkenal dingin dan membuat orang malas mandi, hal ini tak pernah berlaku bagiku. Mandi adalah ritual khusus yang menjadi salah satu kegiatan favoritku, dan meninggalkan rumah (atau sekarang dorm) tanpa mandi adalah pantangan besar buatku. Sayangnya, seperti biasa aku mandi terlalu lama sehingga membuatku makin tergesa-gesa menyiapkan keperluan yang akan kubawa pagi itu, terutama bekal untuk makan siang.</p>
<p>Pukul 9 pagi pintuku diketuk, saat berangkat telah tiba. Aku meminta tenggang waktu 15 menit sebelum akhirnya aku dan temanku, Witri, akhirnya meninggalkan dorm menuju Republique. Salah satu pusat halte bis terbesar di kota Rennes. Udara pagi yang dingin menemani kami yang berjalan kaki. Untungnya aku memakai jaket dan syal yang cukup ampuh melindungi. Temperatur musim gugur memang makin lama makin menurun, tak heran pagi itu aku bisa melihat asap keluar dari mulutku saat bicara, persis seperti yang sering kulihat di layar televisi yang menayangkan film-film barat. Kami berjalan kaki lalu dilanjutkan naik Metro untuk menuju Republique, dan saat kami tiba di sana, kebingungan adalah hal pertama yang mendatangi benak kami.</p>
<p>Pagi itu kami berencana mengunjungi Saint Malo, salah satu objek wisata terkenal yang masih berada di kawasan Bretagne. Saint Malo terkenal memiliki pantai yang indah dan merupakan salah satu kawasan yang paling banyak didatangi turis selain Saint Michel di Bretagne. Berdasarkan informasi yang kami terima, kami bisa naik bis menuju Saint Malo dari Republique. Hanya saja, kami tidak tahu bis mana yang harus kami naiki dan di halte mana kami harus menunggu bis tersebut. Maklum saja, di Republique ada belasan halte bis dan puluhan bis dengan berbagai tujuan melewati tempat itu. Bahkan, salah seorang temanku menjuluki Republique sebagai &#8220;Blok M-nya Rennes&#8221;, mengingatkanku akan salah satu terminal paling ramai di Jakarta tersebut. Setelah berputar dari satu halte ke halte lainnya, aku akhirnya memutuskan untuk bertanya melalui SMS ke Ka Luth, salah satu senior yang telah lama bermukim di Rennes. Solusi yang diperoleh dari Ka Luth, kami sebaiknya naik bis langsung dari pusat bis Illenoo (bis untuk menuju kawasan di sekitar Rennes) yang ada di samping Gare SNCF Rennes. Agak tergesa-gesa kami pun ke Gare naik Metro. Setelah celingak-celinguk sebentar, akhirnya kami menemukan kantor Illenoo tepat di sebelah kanan setelah keluar Gare.</p>
<p>Kami lalu memberanikan diri untuk bertanya pada penjaga tiket.</p>
<p>&#8220;Bonjour Madam, je voudrais partir a Saint Malo. Comment pour partir a Saint Malo?,&#8221; tanyaku dengan bahasa Prancis yang pastinya ber-grammar salah.</p>
<p>&#8221; Vous devez acheter le ticket ici. Est-ce que vous allez partir aujourd&#8217;hui?&#8221; jawabnya ramah (dan dengan grammar yang tepat, pastinya tidak seperti yang kutulis di sini).</p>
<p>&#8220;Oui, on va aller aujourd&#8217;hui. A quelle heures?&#8221;</p>
<p>&#8220;A douze heures trente. Apres midi.&#8221;</p>
<div id="attachment_1039" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/04/dsc02267.jpg"><img class="size-medium wp-image-1039" title="DSC02267" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/04/dsc02267.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pusat kota Dinard</p></div>
<p>Kurang lebih, untuk pergi ke Saint Malo bis yang tersedia akan berangkat pukul 12.30, sementara saat ini waktu masih menunjukkan pukul 10.15. Penjaga tiket tersebut lalu memberikan brosur berisi jadwal perjalanan ke Saint Malo pada kami, ternyata kami telah ketinggalan bis ke Saint Malo yang sebelumnya, yakni yang berangkat pada pukul 10.00. Akibatnya, kami harus menunggu bis yang lebih siang. Setelah melihat brosur-brosur yang lain, kami mendapatkan informasi bahwa ada tujuan lain yang bisa dicapai dengan bis yang berangkat lebih awal. Tempat itu adalah Dinard, salah satu kota wisata yang memiliki pantai juga seperti halnya Saint Malo. Hanya saja, Dinard memang tidak seterkenal Saint Malo. Karena bis menuju Dinard akan berangkat pukul 11.00, kami akhirnya memutuskan untuk membeli tiket untuk menuju Dinard. Hal ini dengan pertimbangan, jika kami berangkat ke Saint Malo terlalu siang, maka kami tidak akan puas menjelajahi tempat tersebut. Lagipula, masih banyak kesempatan lain untuk mengunjungi Saint Malo di hari lain.</p>
<p>Setelah 40 menit menunggu, tepat pukul 10.50 bis yang akan kami naiki tiba. Lalu tepat pukul 11.00, bis tersebut berangkat. Dinard, kami datang!!</p>
<p>Perjalanan menuju Dinard berlangsung lancar dan mulus. Seingatku, bis tersebut melewati jalanan yang mirip seperti jalan tol, lalu masuk ke sebuah kota bernama Dinan (kota ini juga Insya Allah akan kukunjungi nanti), berhenti di beberapa halte untuk menurunkan penumpang, sebelum akhirnya tiba di kota Dinard kurang lebih 2 jam kemudian. Aku sempat tertidur di jalan, tapi terbangun saat bis mulai memasuki Dinard. Kami tak tahu persis harus berhenti dimana, namun setelah melewati satu spot dimana di ujung jalan aku melihat sebuah pantai berlaut biru cerah, kami akhirnya berhenti di sana. Pantai itu ternyata bernama Plage de l&#8217;Ecluse, salah satu pantai terkenal di Dinard.</p>
<p>Pantai di Dinard ternyata sangat indah. Begitu pula dengan suasana kotanya. Pantainya berpasir putih dan bersih. Air lautnya biru cerah. Burung yang sepertinya adalah burung camar bebas beterbangan dan berjalan di sekitar pantai. Udaranya bersih. Mungkin karena saat itu adalah Musim Gugur, tidak terlalu banyak pengunjung yang datang siang itu. Suasana pantai sepi dan tak seperti layaknya yang kubayangkan akan iklim di pantai, angin pantai di Dinard terasa dingin. Aku tak berani melepas jaket dan syal, meskipun di pantai tentunya itu adalah kostum yang tak sesuai. Tidak apalah, yang penting aku bisa menikmati keindahan pantai di Dinard tanpa kedinginan. Puas berjalan-jalan dan berfoto di sekeliling pantai, kami lalu mencoba berkeliling di sekitar kota. Sebagai hasilnya, kami mendapatkan kartu pos bergambar Dinard. Aku berencana mengirim kartu pos ke Indonesia, hanya saja sampai sekarang memang belum terlaksana.</p>
<div id="attachment_1041" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/04/dsc02296.jpg"><img class="size-medium wp-image-1041" title="DSC02296" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/04/dsc02296.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai DInard</p></div>
<p>Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju kantor turisme Dinard. Kami akhirnya mendapatkan peta gratis di sana, lalu sempat bertanya objek wisata mana lagi yang layak untuk dikunjungi. Sebenarnya masih ada 3 pantai lain yang layak dikunjungi, namun berhubung tadi kami sudah puas menyusuri pantai dan menyadari cuaca Autumn tidaklah begitu cocok untuk berjalan terlalu lama di pantai, kami memutuskan untuk mengunjungi Parc port Breton. Aku sendiri sempat mendengar informasi bahwa taman tersebut sangat indah dan sempat meraih kejuaraan berkat penataan bunganya yang indah. Berbekal peta di tangan, kami menyusuri Dinard berjalan kaki, dari Boulevard Wilson menuju Boulevard de la Liberation tempat Parc port Breton berada. Tidak susah sebenarnya mencari jalan tersebut, karena peta menunjukkan kami tinggal berjalan lurus menuju selatan. Di tengah perjalanan, kami sempat melihat Eglise Notre-Dame dimana di depan gereja tersebut terdapat halte bis yang bisa kami gunakan untuk menunggu bis saat pulang nanti. Hati sedikit lega, karena kami tidak usah repot lagi mencari halte bis dalam perjalanan pulang nanti. Kami melanjutkan perjalanan mencari dimanakah gerangan taman tujuan kami berada. Dalam perjalanan pula kami sempat melewati Plage du Prieure dimana pantai tersebut dipenuhi Yatch yang biasa digunakan para orang berduit untuk menghabiskan liburan saat Summer (été) tiba.</p>
<p>Kurang lebih 10 menit kemudian, kami pun tiba di Parc port Breton. Sama halnya seperti pantai yang sebelumnya kami datangi, keadaan taman itu pun sangat sepi. Sepertinya kami memang salah datang di saat musim gugur begini, apalagi di hari Jumat dimana sebagian besar orang masih beraktivitas. Namun tidak apa, kami sempat melihat kolam yang dihuni para bebek dan lapangan berkuda yang sayangnya tidak ada satupun kuda pada saat itu. Kami terus berjalan ke dalam taman, mencari taman bunga yang dimaksud. Namun sayangnya, saat kami tiba di taman bunga, hal yang pertama kali kami lihat adalah ranting-ranting bunga mawar dimana semua bunganya telah berguguran pada saat itu! Tidak salah lagi, kami memang salah musim. Siapa suruh melihat taman bunga pada musim gugur, jelaslah bunganya sudah berguguran semua. Sambil menertawakan kebodohan hari itu, kami tetap mengambil foto dengan berbagai pose di Parc port Breton. Lumayanlah, rumputnya masih hijau dan pepohonan di sana mampu menyejukkan mata.</p>
<div id="attachment_1042" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/04/dsc02389.jpg"><img class="size-medium wp-image-1042" title="DSC02389" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/04/dsc02389.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Taman kota bernuasa hutan</p></div>
<p>Selepas itu, kami lalu kembali menuju halte bis di depan Eglise Notre-Dame, sempat kembali berfoto di salah satu gereja terbesar di Dinard tersebut. Tepat pukul 15.55, bis yang akan mengantar kami kembali ke Rennes pun tiba. Akhirnya waktu untuk meninggalkan Dinard pun tiba. Meskipun mungkin kami salah musim untuk berkunjung ke sana, namun Dinard tetap meninggalkan kesan yang indah bagiku. Kota yang cantik dengan pantai yang indah. Terima kasih Dinard, je suis content aujourd&#8217;hui <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  (Anggita Cinditya Mutiara Kusuma)</p>
<p>Diambil dari tautan :  <a href="http://anggita-cinditya.blogspot.com/2010/10/dinard.html" target="_blank">Dinard par Anggita Cinditya Mutiara Kusuma </a></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppirennes.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppirennes.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppirennes.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppirennes.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppirennes.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppirennes.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppirennes.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppirennes.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppirennes.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppirennes.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppirennes.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppirennes.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppirennes.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppirennes.wordpress.com/916/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=916&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppirennes.wordpress.com/2011/04/10/dinard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c4549c8c1913b61d56a1a97c9fb2fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppirennes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/04/dsc02267.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC02267</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/04/dsc02296.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC02296</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2011/04/dsc02389.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC02389</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marché Noël Solidaire de Rennes 2010</title>
		<link>http://ppirennes.wordpress.com/2010/12/11/marche-noel-solidaire-de-rennes-2010/</link>
		<comments>http://ppirennes.wordpress.com/2010/12/11/marche-noel-solidaire-de-rennes-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 20:20:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppirennes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koleksi Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppirennes.wordpress.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=869&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_873" class="wp-caption alignnone" style="width: 325px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-42.jpg"><img class="size-medium wp-image-873" title="Marché Noël Solidaire de Rennes (4)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-42.jpg?w=315&#038;h=210" alt="" width="315" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Our stand</p></div>
<div id="attachment_874" class="wp-caption alignnone" style="width: 210px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-23.jpg"><img class="size-medium wp-image-874" title="Marché Noël Solidaire de Rennes (23)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-23.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Invitation</p></div>
<div id="attachment_877" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes2.jpg"><img class="size-medium wp-image-877" title="Marché Noël Solidaire de Rennes" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes2.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Avec Danseuse et Journaliste française (With French dancer and journalist) Penarinya bisa nari Pendet lho…..</p></div>
<div id="attachment_878" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-878" title="Marché Noël Solidaire de Rennes (2)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-2.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Notre stand</p></div>
<div id="attachment_879" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-3.jpg"><img class="size-medium wp-image-879" title="Marché Noël Solidaire de Rennes (3)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-3.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Notre chef de PPI Rennes dans notre stand</p></div>
<div id="attachment_880" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-5.jpg"><img class="size-medium wp-image-880" title="Marché Noël Solidaire de Rennes (5)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-5.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Music concert</p></div>
<div id="attachment_881" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-7.jpg"><img class="size-medium wp-image-881" title="Marché Noël Solidaire de Rennes (7)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-7.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Para penonton konser</p></div>
<div id="attachment_882" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-12.jpg"><img class="size-medium wp-image-882" title="Marché Noël Solidaire de Rennes (12)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-12.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Our neighbor stand</p></div>
<div id="attachment_883" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-21.jpg"><img class="size-medium wp-image-883" title="Marché Noël Solidaire de Rennes (21)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-21.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Vini, Vidi, Vici Kami datang, kami foto2, kami dapat Tombola (door prize)</p></div>
<div id="attachment_885" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-22.jpg"><img class="size-medium wp-image-885" title="Marché Noël Solidaire de Rennes (22)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-22.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Baca sejenak sebelum dikasih ke bocah</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppirennes.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppirennes.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppirennes.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppirennes.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppirennes.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppirennes.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppirennes.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppirennes.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppirennes.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppirennes.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppirennes.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppirennes.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppirennes.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppirennes.wordpress.com/869/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=869&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppirennes.wordpress.com/2010/12/11/marche-noel-solidaire-de-rennes-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c4549c8c1913b61d56a1a97c9fb2fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppirennes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-42.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Marché Noël Solidaire de Rennes (4)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-23.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Marché Noël Solidaire de Rennes (23)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Marché Noël Solidaire de Rennes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Marché Noël Solidaire de Rennes (2)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Marché Noël Solidaire de Rennes (3)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Marché Noël Solidaire de Rennes (5)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-7.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Marché Noël Solidaire de Rennes (7)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-12.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Marché Noël Solidaire de Rennes (12)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-21.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Marché Noël Solidaire de Rennes (21)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/12/marchc3a9-noc3abl-solidaire-de-rennes-22.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Marché Noël Solidaire de Rennes (22)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perayaan Idul Adha (Eid Adha 1431 H / 2010 M)</title>
		<link>http://ppirennes.wordpress.com/2010/11/23/perayaan-idul-adha-eid-adha-1431-h-2010-m/</link>
		<comments>http://ppirennes.wordpress.com/2010/11/23/perayaan-idul-adha-eid-adha-1431-h-2010-m/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 14:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppirennes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koleksi Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppirennes.wordpress.com/?p=848</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=848&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_849" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h1.jpg"><img class="size-full wp-image-849" title="Eid Adha 1431 H" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h1.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Berfoto setelah makan bersama</p></div>
<div id="attachment_852" class="wp-caption alignnone" style="width: 210px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-41.jpg"><img class="size-medium wp-image-852" title="Eid Adha 1431 H (4)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-41.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu chef de cuisine</p></div>
<div id="attachment_853" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-7.jpg"><img class="size-full wp-image-853" title="Eid Adha 1431 H (7)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-7.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">La préparation</p></div>
<div id="attachment_854" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-11.jpg"><img class="size-full wp-image-854" title="Eid Adha 1431 H (11)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-11.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Menghitung laba</p></div>
<div id="attachment_856" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-12.jpg"><img class="size-full wp-image-856" title="Eid Adha 1431 H (12)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-12.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Transaksi</p></div>
<div id="attachment_857" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-13.jpg"><img class="size-full wp-image-857" title="Eid Adha 1431 H (13)" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-13.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Berfoto setelah makan bersama</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppirennes.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppirennes.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppirennes.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppirennes.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppirennes.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppirennes.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppirennes.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppirennes.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppirennes.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppirennes.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppirennes.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppirennes.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppirennes.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppirennes.wordpress.com/848/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=848&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppirennes.wordpress.com/2010/11/23/perayaan-idul-adha-eid-adha-1431-h-2010-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c4549c8c1913b61d56a1a97c9fb2fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppirennes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Eid Adha 1431 H</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-41.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Eid Adha 1431 H (4)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Eid Adha 1431 H (7)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Eid Adha 1431 H (11)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Eid Adha 1431 H (12)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/eid-adha-1431-h-13.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Eid Adha 1431 H (13)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PPI Rennes awal tahun 2000 (au debut 2000)</title>
		<link>http://ppirennes.wordpress.com/2010/11/22/ppi-rennes-awal-tahun-2000-au-debut-2000/</link>
		<comments>http://ppirennes.wordpress.com/2010/11/22/ppi-rennes-awal-tahun-2000-au-debut-2000/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 07:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppirennes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koleksi Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppirennes.wordpress.com/?p=826</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=826&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_827" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-nov-2000_1.jpg"><img class="size-full wp-image-827" title="ppi-rennes-nov-2000_1" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-nov-2000_1.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">PPI Rennes awal tahun 2000</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_828" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-nov-2000.jpg"><img class="size-full wp-image-828" title="ppi-rennes-nov-2000" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-nov-2000.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">PPI Rennes awal tahun 2000</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_829" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-debut-2000_2.jpg"><img class="size-full wp-image-829" title="ppi-rennes-debut-2000_2" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-debut-2000_2.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">PPI Rennes awal tahun 2000</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_830" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-avec-ambassadeur-de-lindonesie-en-france1.jpg"><img class="size-full wp-image-830" title="ppi-rennes-avec-ambassadeur-de-lindonesie-en-france1" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-avec-ambassadeur-de-lindonesie-en-france1.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">PPI Rennes avec Ambassadeur d&#039;Indonesie en France</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_831" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-jardin-thabor.jpg"><img class="size-full wp-image-831" title="ppi-rennes-Jardin Thabor" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-jardin-thabor.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">PPI Rennes au Jardin Thabor</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_832" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-1999-a-thabor.jpg"><img class="size-full wp-image-832" title="ppi-rennes-1999-a-thabor" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-1999-a-thabor.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">PPI Rennes au Jardin Thabor </p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_833" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-a-la-gare-rennes-2000.jpg"><img class="size-full wp-image-833" title="ppi-rennes-a-la-gare-rennes-2000" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-a-la-gare-rennes-2000.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">PPI Rennes à la gare de Rennes</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppirennes.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppirennes.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppirennes.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppirennes.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppirennes.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppirennes.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppirennes.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppirennes.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppirennes.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppirennes.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppirennes.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppirennes.wordpress.com/826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppirennes.wordpress.com/826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppirennes.wordpress.com/826/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=826&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppirennes.wordpress.com/2010/11/22/ppi-rennes-awal-tahun-2000-au-debut-2000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c4549c8c1913b61d56a1a97c9fb2fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppirennes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-nov-2000_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ppi-rennes-nov-2000_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-nov-2000.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ppi-rennes-nov-2000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-debut-2000_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ppi-rennes-debut-2000_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-avec-ambassadeur-de-lindonesie-en-france1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ppi-rennes-avec-ambassadeur-de-lindonesie-en-france1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-jardin-thabor.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ppi-rennes-Jardin Thabor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-1999-a-thabor.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ppi-rennes-1999-a-thabor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/11/ppi-rennes-a-la-gare-rennes-2000.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ppi-rennes-a-la-gare-rennes-2000</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bulan penuh rahmat di sebuah mesjid di Rennes, Perancis</title>
		<link>http://ppirennes.wordpress.com/2010/09/25/bulan-penuh-rahmat-di-sebuah-mesjid-di-rennes-perancis/</link>
		<comments>http://ppirennes.wordpress.com/2010/09/25/bulan-penuh-rahmat-di-sebuah-mesjid-di-rennes-perancis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2010 07:25:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppirennes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppirennes.wordpress.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Waktu berpuasa yang agak panjang Waktu di alroji saya sudah menunjukkan jam 21.00, tetapi saat itu belumlah saatnya untuk berbuka puasa. Menurut kalender jadwal waktu shalat shalat yang saya punyai, berbuka baru bisa dikukan pada pukul 21.30.  Kalau dihitung-hitung, ternyata puasa yang saya lakukan sekitar 16 jam karena waktu sholat Subuh berada di sekitar jam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=780&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Waktu berpuasa yang agak panjang</strong></p>
<p>Waktu di alroji saya sudah menunjukkan jam 21.00, tetapi saat itu belumlah saatnya untuk berbuka puasa. Menurut kalender jadwal waktu shalat shalat yang saya punyai, berbuka baru bisa dikukan pada pukul 21.30.  Kalau dihitung-hitung, ternyata puasa yang saya lakukan sekitar 16 jam karena waktu sholat Subuh berada di sekitar jam 05.30 dan berbuka sekitar jam 21.30.</p>
<p>Untuk tahun 2010 Masehi atau bertepatan dengan tahun 1431 Hijriah, di bagian belahan Utara bumi, bulan Ramadhan berada di pertengahan musim panas. Musim panas di Perancis dimulai pada tanggal 21 Juni. Untuk kota Rennes yang terletak di sebalah barat negara Perancis, di awal bulan Ramadhan, waktu berpuasa dimulai pada sekitar jam 05.20 dan berakhir sekitar jam 21.30. Waktu mulai berpuasa berangsur-angsur akan berubah dan di akhir  Ramadhan akan menjadi jam 06.08. Demikian juga dengan waktu berbuka (shalat Magrib) dimana pada awal bulan Ramadhan ada di pukul 21.30 dan juga akan berangsur-angsur berubah menajdi pukul 20.35 di akhir Ramadhan.</p>
<p>Walaupun waktu berpuasa yang lebih lama dibanding saat-saat sebelumnya dan cuaca yang tidak mendukung karena suhu lebih panas dibanding musim-musim lainnya, umat muslim taat seperti yang ada di kota Rennes tetaplah menunaikan ibadah puasa sesuai dengan waktu dan aturan yang ditetapkan. Tetapi di minggu pertama Ramadhan di Rennes, menurut prakiraan cuaca yang saya baca di beberapa tempat termasuk internet, cuaca agak cerah berawan dengan suhu antara 13-25 °C.</p>
<p><strong>Pusat Kebudayaan Islam</strong></p>
<p>Rennes adalah sebuah kota di bagian barat Perancis. Kota ini merupakan ibukota dari <strong>région Bretagne</strong> (<em>region = setingkat propinsi di Indonesia, red</em>) sekaligus ibukota dari departemen Ile et Vilaine (<em>departemen = setingkat kabupaten di Indonesia, red</em>). Untuk mencapai kota ini , hanya diperlukan waktu 2,5 jam dengan kereta api cepat (TGV) dari Paris.</p>
<p>Di kota yang berpenduduk sekitar 450 ribu orang ini, ada beberapa gedung Pusat Kebudayaan Islam yang berfungsi juga sebagai mesjid dan beberapa ruang shalat yang tersebar di berbagai lokasi. Salah satu yang berdekatan asrama temat saya tinggal bernama Pusat Kebudayaan Islam Ibnu Sina (Centre Culturel Avicenne).</p>
<div id="attachment_793" class="wp-caption alignright" style="width: 510px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/09/idul-fitri-1431-h-2010-m.jpg"><img class="size-full wp-image-793" title="Idul Fitri 1431 H -2010 M" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/09/idul-fitri-1431-h-2010-m.jpg?w=560" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Muslim dan muslimah Indonesia di depan Centre cultural Ibnu Sina, Rennes, pada saat Idul Fitri 1431 H / 2010 M</p></div>
<p>Centre Culturel d’Avicenne terletak di rue (<em>rue=jalan</em>) Recteur Paul Hendry. Lokasinya berdekatan dengan salah satu Universitas di kota Rennes yaitu Université Rennes 2 atau Université de Haute Bretagne yang mepunyai kajian di bidang sosial dan bahasa. Pusat kebudayaan ini mulai dipakai sejak September 2006.</p>
<p>Pusat kebudayaan Islam Ibnu Sina ini juga berfungsi juga sebagai mesjid. Ada ruangan yang berukuran lebih kurang 220 m<sup>2 </sup>yang biasa digunakan untuk shalat lima waktu maupun shalat jumat. Dan pada bulan Ramadhan, ruangan ini digunakan untuk shalat tarawih. Sedangkan pada saat perayaan hari besar seperti Idul Fitri, ada juga shalat Idul Fitri di ruangan ini.</p>
<p>Selain itu, Pusat Kebudayaan Islam Ibnu Sina ini mempunyai beberapa ruangan seperti ruangan administrasi pengurus mesjid, perpustakaan dan beberapa rungan multi fungsi yang bisa dipakai untuk kelas belajar dan keperluan lainnya. Kamar mandi, WC dan tempat berwudhu juga ada di tempat ini.</p>
<p><strong>Berbuka puasa</strong></p>
<p>Di suatu sore menjelang magrib awal Ramadhan 1431 H / 2010 M, saya berkesempatan untuk hadir melihat suasana berbuka puasa di Centre Culturel d’Avicenne. Pada saat itu waktu menunjukkan pukul 21.15. Seperti yang saya diungkapkan di awal tulisan ini, berbuka puasa baru dilakukan sekitar beberapa menit kemudian.</p>
<p>Begitu masuk ke dalam mesjid, di lorong menuju ruang sholat dan tempat berwudhu pria sudah dipasang karpet tipis berwarna merah. Di hari biasa, lorong ini tidak berkarpet. Sepertinya pengurus mesjid mengantasipasi bila jemaah yang datang melebihi kapasitas ruang shalat utama.</p>
<p>Ketika saya memasuki ruang shalat utama, suasana dalam ruangan shalat tidaklah terlalu ramai walau banyak orang di ruangan tersebut. Di beberapa tempat beberapa orang sedang berdzikir, shalat sunat dan membaca Al. Qur’an sambil menunggu saat berbuka.</p>
<p>Di beberapa tempat terdapat piring yang berisi buah kurma dan setiap jamaah bisa mengambil buah kurma tersebut. Tetapi beberapa saat sebelum berbuka, ada petugas yang membawa piring-piring tersebut dan menawarkan kurma kepada jemaah yang belum mendapat kurma. Untuk minuman, di beberapa tempat di ruang shalat utama ada beberapa botol mineral dan gelas plastik sehingga bisa digunakan untuk minum.</p>
<p>Pada saat yang telah ditentukan untuk berbuka, muazin mengumandangkan azan. Pusat kebudyaan Ibnu Sina mempunyai sistim pengaturan suara elektronik sehingga suara azan bisa terdengar ke seluruh bagian dalam mesjid termasuk di lorong-lorong serta ruangan lainnya. Sistim ini memungkinkan suara azan atau ceramah didengar tidak hanya  di ruang shalat utama tetapi juga ke orang-orang yang ada di seluruh bagian dalam mesjid. Tetapi memang sistim penyaluran suara elektronik ini tidak menyalurkan suara ke luar mesjid seperti yang ada di mesjid-mesjid Indonesia karena penduduk di sekitar pusat kebudayaan Ibnu Sina ini tidaklah beragama Islam.</p>
<p>Begitu selesai azan dikumandangkan, beberapa detik kemudian Iqamat dikumandangkan dan semua jamaah menempatkan dirinya di shaf-shaf untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah. Ada yang hampir saya lupakan &#8230;. pada saat azan dikumandangkan, ada putugas yang berkeliling dengan nampan untuk mengumpulkan sampah berupa sapu tangan kertas serta biji kurma supaya ruang shalat tetap bersih dan tidak ada sampah berserakan. Selain itu sampah juga bisa dibuang di tempat sampah yang ada dekat rak sepatu dan tempat berwudhu yang berada di bagian belakang ruang shalat utama karena pada prinsipnya kebersihan selalu harus dijaga dimanapun sesuai kata-kata mutiara Islam “<em>an-nazhaafatu minal iimaan </em> &#8211; Kebersihan adalah bahagian dari Iman”.</p>
<p><strong>Hidangan makan malam</strong></p>
<p>Setelah shalat Maghrib dan shalat sunat, pengurus mesjid mempersilahkan jamaah menuju sebuah ruangan yang masih ada di dalam pusat kebudayaan Ibnu Sina untuk menikmati makan malam yang disedikan oleh panitia Ramadhan. Makan malam ini tidaklah dikenai bayaran alias gratis.</p>
<p>Di dalam ruangan yang dipakai untuk makan malam, sudah ada deretan meja yang tersusun rapi. Di hari biasa, rungan ini digunakan untuk tempat belajar seperti belajar pengetahuan agama, Al Qur’an dan bahasa Arab. Terkadang bila ada jamaah mesjid melaksanakan hajatnya seperti jamuan Aqiqah atau syukuran lainnya, tempat ini sering digunakan juga untuk bersantap hidangan dari yang punya hajat.</p>
<p>Di deretan meja tadi, di kedua sisi meja ada kursi-kursi yang saling berhadapan. Untuk setiap kursi, di atasnya mejanya terdapat paket makanan berupa roti, telur dan beberapa makanan lain. Dari pengalaman beberapa kali berbuka bersama di ruangan ini di tahun-tahun sebeumnya tentunya komposisi makanannya selalu berganti. Terkadang disediakan pizza (dengan bahan-bahan yang halal tentunya) atau beberapa makanan dari daerah Afrika Utara yang sering saya tidak ketahui namanya.</p>
<p>Ada juga makanan yang disediakan dalam satu piring besar seperti salad yang dimakan oleh 4 orang. Terkadang makanan utama ada juga yang disajikan di piring besar dan dimakan untuk beberapa orang.</p>
<p>Sedangkan untuk makanan penutup, biasanya diberikan <em>Al Harirah</em>, semacam sup yang kental berisi bahan-bahan dan bumbu khas daerah Afrika Utara serta ada cacahn daging di dalamnya. Buah juga dikasih untuk bagian penutup. Panitia terkadang memberikan teh yang bercampur daun mint untuk minuman penutup.</p>
<p>Panitia menyediakan minuman di botol-botol dengan rasa yang berbeda seperti rasa jeruk atau rasa cola. Satu botol disediakan untuk beberapa orang. Air mineral juga tersedia. Bila ingin minum susu, minuman ini juga diberikan baik yang ada di dalam botol maupun susu panas. Tetapi susu panas jumlahnya terbatas. Dan bagi penggemar kopi, bisa mengambil kopi panas yang ada di termos-termos walau jumlahnya terbatas. Untuk pemanisnya, tersedia gula padat berbentuk persegi di mangkuk-mangkuk kecil.</p>
<p>Jika saya hitung-htung, satu sisi deretan meja ada sekitar 20 kursi atau 40 kursi di kedua sisinya. Karena ada 2 deretan meja berati ada sekitar 80 kursi. Walaupun tidak semuanya  terisi, berarti dalam sehari, panitia musti menyediakan makanan untuk sekitar 80-an orang.</p>
<p>Untuk kaum wanita, mereka berbuka di ruangan sebelah. Panitia membawa makanan yang sama ke ruangan sebelah. Tetapi jumlah wanita yang berbuka puasa di mesjid tidaklah sebanyak jamaah laki-laki.</p>
<p>Yang pastinya, panitia memberi kesempatan para jamaah untuk berpartisipasi dan beramal untuk acara buka puasa sampai makan malam. Jamaah dapat mendaftar sebagai sukarelawan yang memasak makanan, menyajikan makanan kepada jamaah pada saat makan malam, membersihkan ruangan setelah acara makan malam sampai mencuci piring. Jemaah tinggal menuliskan nama di kolom-kolom di tabel yang ditempel di pintu dapur. Judul kolom-kolomnya sederhana hanya tanggal dan beberapa pekerjaan. Ketika seorang menuliskan namanya, dia akan mengetahui tanggal berapa dia akan ikut membantu panitia dan pekerjaan apa yang akan dilakukan.</p>
<p><strong>Shalat Tarawih berjamaah</strong></p>
<p><strong> </strong>Sekitar pukul 22.50, azan shalat Isya berkumandang. Sebelum shalat Isya sebenarnya sudah banyak orang yang datang dan duduk di dalam ruangan shalat utama pusat kebudayaan Islam Ibnu Sina. Sebagian besar membaca Al-Qur’an yang sangat mudah diambil dari rak-rak yang ada di bagian depan mesjid. Beberapa hari sebelum Ramadhan, karena waktu shalat Isya lebih dari jam 23.00, maka tidak ada shalat sunat tetapi langsung dilakukan shalat Isya karena petugas mesjid berusaha agar jamaah tidak pulang terlalu malam. Karena di awal musim panas waktu shalat isya bisa berada pada pukul 23.55.</p>
<p>Begitu selesai azan Isya diperdengarkan, jemaah bisa melakukan shalat sunat Rawatib. Beberapa saat setelah shalat sunat Rawatib langsung dilakukan shalat Isya.</p>
<p>Di tahun-tahun sebelumnya waktu sela tersebut diisi dengan ceramah agama. Di tahun ini karena waktu mulai shalat Isya sudah terlalu larut malam, ceramah hanya dilakukan di malam sabtu dan malam minggu. Menurut pengurus mesjid hal ini dilakukan supaya jamaah-jammah mesjid yang bekerja tidak pulang terlalu larut, terganggu istirahat malamnya sehingga menganggu aktifitas kerjanya di siang hari. Sebuah kebijaksanaan yang memihak ke semua pihak. Biasanya ceramah dilakukan dalam bahasa Arab dan berlangsung sekitar 20 menit. Di akhir ceramah biasanya penceramah akan mengatakan di hari apa ceramah akan diterjemahkan dalam bahasa Perancis karena tidak semua jamaah shalat mengerti bahasa Arab. Jadi satu judul ceramah bisa dibawakan selama dua kali kesempatan. Topik ceramah tidaklah selalu yang berkaitan dengan Ramadhan. Bisa juga yang berkenaan kehidupan sehari-hari. Yang pastinya, ceramah yang disampaikan bertujuan untuk memperkaya wawasan keagamaan para jamaah.</p>
<p>Di tahun-tahun sebelumnya, shalat Isya dilakukan setelah ceramah selesai. Tahun ini begitu selesai shalat sunat rawatib, shalat isya dilakukan.</p>
<p>Begitu selesai shalat Isya, imam dan jemaah langsung berdiri untuk melanjutkan dengan shalat Tarawih. Di Pusat Kebudayaan Islam Ibnu Sina, shalat Tarawih dilakukan sebanyak 8 rakaat dan setiap 2 rakaat ada salam.</p>
<p>Surat atau ayat-ayat yang dibaca setelah Al Fatihah pada shalat Tarawih tentunya lebih panjang jika dibandingkan dengan yang dibacakan ketika shalat wajib. Hal ini membuat suasana shalat Tarawih semakin khusuk dan khidmat. Ayat-ayat panjang Al-Qur’an yang dibacakan tentunya menjadi obat untuk membersihkan hati.</p>
<p>Jumlah Shalat Witir di Pusat Kebudayaan Islam ini adalah 3 rakaat dengan 2 kali salam. Shalat Witir langsung dilaksanakan setelah shalat Tarawih. Pada saat I’tidal di rakaat terakhir, doa Qunut dibacakan. Semua ini berlangsung shalat khidmat.</p>
<p><strong>Di gelap malam </strong></p>
<p>Ketika waktu menunjukkan tengah malam, biasanya shalat Tarawih dan Witir selesai dilaksanakan. Satu persatu jemaah bangkit untuk pulang ke tempat tinggalnya masing-masing. Ada juga beberapa orang yang mengambil Al-Qur’an untuk dibaca.</p>
<p>Di pelataran mesjid, saya masih melihat beberapa orang yang masih saling bersilaturahmi. Saya kira mereka tidak terlalu lama bersilaturahmi harus pulang ke tempat tinggalnya masing-masing untuk mempersiapkan puasa hari selanjutnya.</p>
<p>Dalam kegelapan di  tengah malam saya pulang melalui jalan dan lapangan yang hanya diterangi lampu jalan dan taman menuju ke tempat tinggal saya yang tidak jauh dengan Pusat Kebudayaan Islam ini. Saya dan jemaah lainnya tentu sangat berharap Allah menerima semua ibadah yang baru saja dilaksanakan pada hari itu baik puasa di siang harinya maupun shalat Tarawih di malam harinya. Dan tentunya berharap bisa mendapat predikat orang yang bertaqwa di akhir Ramadhan nantinya. (Luth)</p>
<p>Diterbitkan oleh majalah Aulia, September 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppirennes.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppirennes.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppirennes.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppirennes.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppirennes.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppirennes.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppirennes.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppirennes.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppirennes.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppirennes.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppirennes.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppirennes.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppirennes.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppirennes.wordpress.com/780/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=780&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppirennes.wordpress.com/2010/09/25/bulan-penuh-rahmat-di-sebuah-mesjid-di-rennes-perancis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c4549c8c1913b61d56a1a97c9fb2fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppirennes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/09/idul-fitri-1431-h-2010-m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Idul Fitri 1431 H -2010 M</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Festival Les Vieilles Charrues, Carhaix (Menikmati salah satu festival musik musim panas)</title>
		<link>http://ppirennes.wordpress.com/2010/08/08/festival-les-vieilles-charrues-carhaix-menikmati-salah-satu-festival-musik-musim-panasanas/</link>
		<comments>http://ppirennes.wordpress.com/2010/08/08/festival-les-vieilles-charrues-carhaix-menikmati-salah-satu-festival-musik-musim-panasanas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 14:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppirennes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Rennes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppirennes.wordpress.com/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Musim panas hampir tiba. Sebagian besar hari-hari di Perancis juga sudah dilalui dengan belain kehangatan sinar matahari. Dan tentunya, setiap musim panas akan banyak sekali festival-festival yang diadakan oleh berbagai organisasi dan lapisan masyarakat di berbagai daerah di Perancis. Mungkin ini salah satu cara orang-orang di negara empat musim seperti Perancis untuk menyambut musim panas. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=757&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Musim panas hampir tiba. Sebagian besar hari-hari di Perancis juga sudah dilalui dengan belain kehangatan sinar matahari. Dan tentunya, setiap musim panas akan banyak sekali festival-festival yang diadakan oleh berbagai organisasi dan lapisan masyarakat di berbagai daerah di Perancis. Mungkin ini salah satu cara orang-orang di negara empat musim seperti Perancis untuk menyambut musim panas.</p>
<p>Di sebuah email yang saya terima dari panitia salah satu festival musik bernama <strong>Les Vielles Charrues 2009 </strong>yang diadakan di kota Carhaix, tahun 2009 ini Bruce Springsteen akan tampil di festival itu. Selain itu beberapa artis papan atas Perancis juga akan tampil.</p>
<div id="attachment_759" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/08/07patung-festival-vieilles-charrues-2008-111.jpg"><img class="size-medium wp-image-759" title="07Patung-festival-Vieilles-Charrues-2008-11" src="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/08/07patung-festival-vieilles-charrues-2008-111.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Patung Festival Vieilles Charrues 2008" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Patung Festival Vieilles Charrues 2008</p></div>
<p>Ingatan saya kembali ke setahun silam (2008) dimana saya menghadiri festival ini. Salah satu yang sangat menarik perhatian saya adalah penduduk kota Carhaix hanya sekitar 7500 orang tetapi dari email pemberitahuan panitia menginformasikan kalau pengunjung yang datang selama 4 hari festival musik adalah sekitar 215 ribu orang. Bagi saya ini sangat fantastis, bagaimana sebuah kota yang relatif kecil bisa mengadakan sebuah festival musik yang pengunjungnya melebihi jumlah penduduk kota. Dan tentunya bisa mendatangkan artis-artis papan atas dunia.</p>
<p>Kembali saya teringat dengan perkataan salah satu pembimbing riset saya ketika kami melewati pinggiran kota Carhaix pada saat menuju salah satu laboratorium percobaan saya. Ia berkata <em>“Di musim panas, biasanya ada festival musik yang cukup besar di Carhaix. Ketika festival itu berlangsung, semua jalan menuju kota Carhaix dipagari sehingga semua orang akan memarkirkan kendaraanya di pinggir kota dan berjalan masuk ke tengah kota”.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Sebelum acara</strong></p>
<p>Tahun lalu, sambil melihat peta yang diberikan oleh kantor pariwisata kota Carhaix, mata saya bolak balik memandang menara gereja Saint Pierre de Plouguer yang tepat ada di depan saya. Hati saya berkata, mungkin ini menara gereja yang sering saya lihat dari jalan tol dalam perjalanan saya dari kota Rennes menuju salah satu laboratorium percobaan saya di sebuah kota kecil di department Finistère. Setelah saya perhatikan benar-benar antara letak jalan tol yang ada di peta, memang inilah menara gereja ini yang sering saya lihat di perjalanan saya.</p>
<p>Sebelum sampai di kota Carhaix, di sebuah situs internet salah organisasi penggemar jalan-jalan kota Rennes, saya membaca adanya sebuah festival musik yang diselenggarakan di kota ini. Nama festival musik itu adalah <strong><em>Les Vieilles Charrues</em>. </strong>Memang benar perkataan salah satu pembimbing riset saya.  Sepertinya festival ini punya sebuah sesuatu yang istimewa dan kekhasan tersendiri sehingga dimasukkan ke dalam agenda spesial yang harus dihadiri. Padahal jarak dari Rennes ke Carhaix sekitar 2 jam atau sekitar 150 km.</p>
<p><strong>Kota Carhaix</strong></p>
<p>Kota Carhaix terletak di région (<em>région = setingkat propinsi di Indonesia</em>) <strong>Bretegne </strong>dan di département  (<em>département = setingkat kabupaten di Indonesia</em>) <strong>Finistère</strong>. Region Bretagne terletak di sebelah barat France. Ibukota dari region Bretagne adalah Rennes.</p>
<p>Region Bretagne mepunyai 4 Département yaitu <strong>Ille et Vilaine</strong>, <strong>Côtes d’Armor</strong>, <strong>Morbihan</strong> dan <strong>Finistère</strong>. Rennes selain menjadi ibukota region Bretagne, ia juga merupakan ibukota departement Ille Vilaine. Jarak dari Rennes ke kota Carhaix sekitar 150 km atau sekitar 2 jam dengan berkendaraan bermotor.</p>
<p>Untuk menuju Carhaix dari Rennes atau Paris, kita dapat menggunakan kereta api dengan kota transit bernama Guingamp. Tetapi beberapa kota besar di sekitar Carhaix seperti Lorient dan Brest mempunyai bis yang menuju kota ini.</p>
<p><strong>Sehari sebelum festival</strong></p>
<p>Tahun 2008, festival Vieilles Charrues diadakan pada tanggal 17 sampai 20 Juli atau berada di musim panas. Tentunya sangat menyenangkan melihat konser di sore dan malam hari dengan temperatur yang tidak dingin menusuk tulang.</p>
<p>Sehari sebelum penyelenggaraan festival Vieilles Charrues 2008 sempat saya berada di Carhaix. Tujuan utama saya saat itu adalah mengunjungi objek wisata kota Carhaix. Tetapi begitu sampai di stasiun kereta api kota api kota Carhaix, suasana festival sudah terasa.  Sebuah ornamen berbahan dasar plastik dengan warna dasar biru dan berbentuk gitar berwarna coklat dengan membawa bendara festival Vieilles Charrues yang berwarna hitam seolah-olah sudah disiapkan untuk menyambut para penonton datang.</p>
<p>Pada saat saya berada di kantor pariwisata kota Carhaix untuk bertanya tentang tempat wisata, hal-hal unik dan acara-acara yang menarik kota Carhaix, petugas langsung menginformasikan kalau festival musik Vieilles Charrues adalah sebuah acara yang tidak boleh dilupakan dan sangat menarik. Dan setiap tahunnya panitia festival mengundang berbagai musisi top dunia dan Perancis. Dan tak terlupakan, mereka memberi kesempatan grup-grup baru untuk tampil di panggung yang telah mereka siapkan.</p>
<p>Ketika saya bertanya tentang lokasi festival, petugas kantor pariwisata mengatakan kalau lokasi festival berada di sebuah lapangan benama <strong><em>Kerampuilh</em></strong> dan tidak jauh dari stasiun kereta. Lapangan ini bisa dicapai dengan berjalan kaki. Tetapi panitia menyediakan angkutan untuk para orang cacat tubuh.</p>
<p><strong>Sore di hari terakhir menjelang festival</strong></p>
<p>Di musim panas di bumi bagian utara, waktu siang hari akan lebih lama daripada malam hari. Tahun lalu, di sore hari dengan matahari yang masih bersinar terang benderang, setelah saya mengunjungi tempat-tempat wisata kota Carhaix, saya sempatkan untuk mengunjungi lapangan tempat lokasi festival.</p>
<p>Benar apa yang dinformasikan pembimbing riset saya dan yang saya saksikan sendiri, bagian kota yang menuju tempat festival sudah dipagari. Di beberapa jalan masuk menuju tempat tinggal penduduk, pagar besi yang dipasang bersifat buka-tutup dan juga dijaga oleh petugas keamanan. Sehingga bila ada penduduk yang tinggal disitu dan ingin keluar masuk, petugas tinggal membukakan pagar besi tersebut.  Dalam hal ini tindakan preventif untuk menjaga keamanan lebih diutamakan.</p>
<p>Dalam perjalanan menuju lapangan tempat festival, saya beberapa kali bertemu dengan kelompok orang. Kelompok yang berjalan menuju arah yang sama dengan saya ke lapangan Kerampuilh, sebagian besar membawa perlengkapan untuk berkemah seperti tenda dan kantong tidur. Sedangkan yang arah sebaliknya menuju pusat kota Carhaix ingin menikmati suasana kota Carhaix dan membeli makanan untuk keperluan mereka berkemah selama festival berlangsung.</p>
<p>Di jalan masuk menuju tempat festival, para pedagangn sudah menyiapkan tenda tempat mereka akan berdagangan. Yang dijual bervariasi dari makanan sampai souvenir. Tapi memang suasana belum ramai.</p>
<p>Di sebuah bundaran terakhir sebelum masuk ke jalan utama tempat acara terdapat boneka dari besi. Boneka kontemporer ini menggambarkan 3 orang yang sedang memainkan musik. Ada yang memainkan gitar, gendang dan akordeon. Dan tentunya patung di bundaran ini juga dipagari besi.</p>
<p>Istana Kerampuilh yang mempunyai dinding krem, beratap hitam dan berdaun jendela biru terlihat anggun di salah satu sisi lapangan Kerampuilh. Saat ini, istana Kerampuilh dan beberapa banguan tua disekitarnya digunakan untuk sekolah yang menggunakan dwi bahasa (Perancis dan Breton, <em>bahasa daerah setempat</em>).</p>
<p>Tapi yang lebih menarik pada saat itu adalah banyaknya tenda di lapangan di depan lapangan itu. Tenda-tenda tersebut adalah tenda panitia dan tenda penonton. Menurut info panitia, mereka menyediakan 30 hektar lahan untuk berkemah dan 60 hektar untuk parkir mobil. Dan di areal perkemahan, tersedia juga fasilitas air bersih, kamar mandi dan WC.</p>
<p>Dari luar, terlihat pada bagian dalam tempat festival musik, seluruh perlengkapan sudah selesai. Sesekali terdengar suara pengecekan alat suara, alat maupun perlengkapan lainnya. Tetapi panitia terus melakukan penyempurnaan. Ini terlihat dengan beberapa kali terlihat mobil panitia keluar masuk lokasi festival dengan berbagai macam perlengkapan.</p>
<p>Hari seore menjelang malam walau matahari masih bersinar terang benderang. Saya putuskan untuk menuju ke stasiun kereta api untuk kembali ke tempat saya menginap yaitu kota Callac yang bisa dicapai kira-kira 25 menit dengan kereta api. Ketika hampir sampai di dekat stasiun, monument kereta tua Carhaix juga sudah dipagari. Monumen ini tepat berada di sebelah stasiun kota Carhaix.</p>
<p><strong>Pagi hari festival</strong></p>
<p>Akhirnya hari yang ditunggu tiba juga. Jam 08.55, kereta api yang berangkat dari kota Guingamp sampai di Callac, kota kecil tempat saya menginap. Kereta api tidak berhenti terlalu lama. Kemudian kereta ini melanjutkan perjalanan dengan tujuan akhir kota Carhaix.</p>
<p>Pada hari itu penumpang kereta api daerah (TER, <em>Trans Express Regional</em>) lebih banyak dari hari kemarin. Sebagian besar adalah anak-anak muda yang akan menonton festival musik Vielle Charrues. Mereka membawa barang yang hampir sama yaitu tenda dan perlatan untuk berkemah lainnya.</p>
<p>Lebih kurang 25 menit kemudian sampai kereta sampai di kota Carhaix. Di peron stasiun kereta kota Carhaix, sudah ada hiasan dari plastik berwarna dasar biru dengan bentuk gitar berwarna coklat yang membawa bendera festival Vieilles Charrues berwarna hitam. Menurut petugas, hiasan ini sudah ada di peron sejak beberapa hari sebelumnya.</p>
<p>Pada saat keluar dari stasiun, pandangan mata saya tertuju ke arah spanduk besar yang terletak di atas pintu masuk stasiun. Hanya berupa kata Carhaix, tapi dibentuk dari huruf-huruf yang berkesan anak muda dan berlatar belakang warna yang juga terkesan sangat ceria. Petugas menginformasikan kalau spanduk itu dibuat bukan khusus festival Vieilles Charrues tetapi memang dipasang untuk jangka waktu setahun.</p>
<p>Setelah saya lihat-lihat keadaan sekitar, terlihat pengamanan tidaklah terlalu ketat. Di areal parkir stasiun kereta yang juga tempat pemberhentian bus kota, hanya dipagari dengan pagar besi yang pintunya bisa dibuka tutup dan hanya dijaga seorang petugas. Hanya bus, mobil panitia dan petugas yang bisa masuk ke tempat ini. Tetapi orang bisa keluar masuk dengan bebas.</p>
<p>Pada 10.30, ada bis yang sampai di pemberhentian bis di depan stasiun. Dari dalam bus keluar rombongan orang-orang yang sebagian besar anak muda. Mereka membawa perlengkapan yang hampir sama yaitu perlengkapan untuk berkemah seperti tenda dan kantong tidur. Kemudian secara berkelompok mereka pergi menuju ke lapangan Krempuilh tempat dimana mereka bisa mendirikan tenda dan menonton festival musik.</p>
<p>Dari pembicaraan saya dengan petugas yang menjaga di lapangan pemberhentian bus depan stasiun, ia menginformasikan kalau panitia sudah menjual sebanyak 200.000 tiket . Ini merupakan sebuah angka yang fantastis menurut saya karena jumlah penduduk kota Carhaix sendiri cuma  sekitar 7.500 orang. Jadi pada saat festival musik Vieilles Charrues, penonton yang datang lebih banyak dari jumlah penduduk kota.</p>
<p><strong>Berjalan di sekeliling kota</strong></p>
<p>Karena pertunjukannya baru mulai sore, waktu itu saya mencoba berkeliling kota untuk melihat keadaan sekeliling kota. Dari pengamatan saya, secara umum penduduk kota melakukan aktifitas seperti biasanya. Tetapi memang di supermarket dan restoran terlihat lebih banyak pengunjungnya dibanding hari sebelumnya.</p>
<p>Dan jalan-jalan menuju tempat acara dipagari dengan pagar besi setinggi 2 meteran. Dan di hari acara tersebut di setiap persimpangan jalan masuk terlihat penjaga lebih banyak dari hari sebelumnya. Dan mereka selalu bertanya kepada orang-orang yang akan masuk ke jalan itu.</p>
<p>Pagi itu saya sempat juga datang ke areal perkemahan dan lapangan di depan pintu masuk areal konser. Di areal perkemahan ada orang-orang yang sudah berkemah sejak kemarin. Untuk masuk ke areal perkemahan, ada pemeriksaan barang-barang membahayakan oleh panitia. Areal perkemahan ini disediakan oleh panitia. Untuk dapat berkemah penonton musti membayar.</p>
<p>Karena belum terlalu banayk orang, saya mencoba berkeliling di areal perumahan penduduk yang berbatasan langsung dengan areal festival. Di sini saya bertemu dengan wanita muda bernama Stephane. Rumah orang tuanya terletak di jalanan besar kota Carhaix yang menuju tempat festival. Dan tentunya pada saat itu rumahnya sudah dipagari dengan pagar besi panitia Vieilles Charrues. Stephane sendiri juga berpartisiapsi sebagai  volunter di festival ini terlihat dengan gelang warna merah jambu yang dikenakannya.</p>
<p>Dari pembicaraan dengannya, ternyata ia dan tetangga-tetangganya tidak merasa terganggu dengan adanya pemagaran di sekitar rumahnya. Malah sebenarnya pemagaran ini melindungi rumah penduduk. Kerena di tahun sebelumnya, banyak botol berserakan di halaman rumah orang tuanyanya. Dia sendiri mnyatakan kalau kamar di rumah orangtuanya tidak disewakan. Tapi tetanggga di belakang rumahnya ada yang menyewakan kamar selama festival atau halaman halaman rumah mereka untuk tempat berkemah. Benar-benar kerjasama yang saling menguntungkan antara penduduk sekitar dan pengunjung konser. Penduduk mendapat uang dan para peserta konser mendapat tempat menginap.</p>
<p>Dia juga menceritakan kalau sejarah singkat acara ini. Dulunya festival ini hanya kegiatan berkumpul para orang muda kota Carhaix. Lalu berkembang dengan mengundang pemusik-pemusik di luar kota Carhaix. Dan akhirnya festival ini berkembang menjadi besar dengan diundangnya musisi-musisi internasional. Tahun 2008 adalah tahun ke 17 diselenggarakannya festival ini. Menurut dia, di hari terakhir festival nanti, sepanjang jalan  di depan rumahnya benar-benar padat dengan diparkirnya mobil para penonton jalan tersebut sehingga jalan besar itu benar-benar macet.</p>
<p><strong>Siang dan sore hari sebelum festival dimulai</strong></p>
<p>Jam 14.30, saya sedang berada di dalam antrian untuk memasuki areal antara tempat berkemah dan tempat konser. Tempatnya tepat berada di patung 3 musisi besi tadi. Kalau di hari sebelumnya dan di pagi hari orang bebas keluar masuk melalui tempat ini, mulai siang hari sudah ada pemeriksaan dari panitia. Di sini ada pemeriksaan untuk objek2 yang membahayakan. Termasuk tidak boleh membawa materi yang berbahan kaca.</p>
<p>Akhirnya saya sampai di depan lapangan di depan pintu masuk areal panggung konser. Sedangkan untuk penonton yang mau berkemah, mereka harus kembali lagi antri di depan pintu masuk areal perkemahan. Tentunya ada pemeriksaan lagi dari panitia untuk benda-benda berbahaya dan tiket pembayaran berkemah.</p>
<p>Siang itu orang-orang yang datang sudah banyak. Selain itu pedagang-pedagang juga sudah banyak dan ramai pembelinya. Barang yang dijual juga bermacam dari makanan sampai souvenir.  Dari pihak sponsor juga menyediakan pengambilan uang, ATM. Dan panitia juga tidak lupa menyediakan WC dengan sistim kimia di tempat tersebut.</p>
<p>Pihak panitia juga membuka tempat penjualan tiket. Ada juga bagian penerangan yang bisa memberikan informasi tentang berbagai hal mengenai festival ini. Tersedia juga brosur-brosur tentang acara ini di bagian tersebut.</p>
<p>Di depan areal konser juga dipasang baliho yang berisi jadwal acara konser yang berlangsung selama festival dan tempatnya. Banyak orang yang melihat baliho tersebut untuk bisa memilih di jam berapa, dimana dan artis mana yang mau mereka tonton pertunjukannya.</p>
<p>Pada saat menunggu untuk masuk di sebelah saya ada duduk seorang bapak bapak tua. Walau jarak rumahnya dengan lokasi konser ini hanya sekitar 40 km tapi ia baru kali ini datang ke festival ini. Katanya ia menemani anggota keluarganya yang masih remaja.</p>
<p>Setelah berbicara berbagai macam hal, ia permisi bangkit untuk pergi. Sebelum beranjak pergi ia menyerahkan koran baru edisi hari itu ke pada saya. Katanya ia mau mau membeli koran lagi. Menurut dia kalau membeli koran maka pihak koran akan memberi poster BB Brune (<em>sebuah grup anak2 mudah yang lagi ngetop pada saat ini di Perancis</em>). Ia mau menghadiahkan poster itu ke anggota keluarganya yang masih remaja yang merupakan fans grup itu. Bapak tua tersebut benar-benar seorang laki-laki yang baik dan simpatik.</p>
<p>Pada saat berbicara dengan bapak tua tadi, beberapa pihak sponsor datang ke orang-orang membagikan produk gratis. Berbagai macam produk yang dibagikan. Dari tempat pemati puntung rokok sampai alat kontrasepsi.</p>
<p><strong>Pembukaan festival</strong></p>
<p>Jam 17.00 orang-orang sudah mulai antri untuk masuk. Tetapi di bagian lain, ada acara pembukaan dari panitia.</p>
<p>Jam 17.15, acara pembukaan festival dimulai dengan sambutan-sambutan dari pejabat daerah dan pihak panitia. Dan juga diungkapkan sisi kepedulian sosial festival ini tentang permasalah sekitar. Di tahun 2008, kepeduliannya festival adalah tentang rumah sakit daerah kota Carhaix.</p>
<p>Di tahun-tahun sebelumnya sisi kepedulian sosial festival ini juga berbeda. Karena tahun 2008 ada pembebasan sandera warga negara Perancis-Kolombia bernama Ingrid Betancourt yang sudah disandera selama 6 tahun di Kolombia dan di tahun-tahun sebelumnya kepedulian sosial festival ini ada yang berkenaan dengan penyanderaannya, maka di di hari terakhir festival ini, Ingrid akan melakukan konfrensi jarak jauh dengan penonton di festival ini. Sisi sosial lainnya adalah panitia juga mengumumkan beberapa musisi yang pernah tampil di festival ini dan meninggal di tahun 2008. Jadi festival ini bukan hanya sekedar konser musik tetapi juga ada nilai sisi sosialnya.</p>
<p>Di bagian lain para anggota dumband musik Breton bersiap untuk acara pembukaan. Karena musik Breton berakar pada musik musik celtic, maka alat-alat musik yang digunakan juga alat musik Celtic seperti Cornemuse. Dan lagunya adalah lagu-lagi Breton.</p>
<p>Pemberian sambutan tidak terlalu lama. Untuk pembukaan acara, drumband musik Breton memainkan musik mereka samabil berjalan menuju ke pintu masuk. Lalu ikuti dengan orang-orang yang menarik peralatan membajak tanah tradisional yang sudah tua yang berbahan baku besi. Peralatan membajak dalam bahasa Perancis adalah <strong><em>Charrue. </em></strong>Jadi dari sinilah kata Charrues itu berasal.</p>
<p>Acara penyambutan festival ini disaksikan oleh banyak orang dengan segala usia. Inilah satu keunikan dari festival musik ini. Walau kelihatan acara festival musik sepertinya  untuk anak muda, tetapi seluruh anggota keluarga bisa ikut menghadirinya. Di sebelah kanan saya anak seorang bapak yang memanggul anaknya dibahunya agar si anak bisa melihat orang-orang di sekitarnya. Sementara di sebelah kiri saya ada seorang nenek yang melindungi cucu perempuannya supaya tidak kena matahari langsung. Jadi benar-benar festival ini bisa dihadiri oleh seluruh keluarga.</p>
<p><strong>Masuk ke tempat konser</strong></p>
<p>Waktu telah menunjukkan pukul 17.40. Saya sudah berada di dalam antrian untuk masuk. Tempat konser adalah panggung di lapangan terbuka. Matahari masih bersinar terang benderang karena matahari di musim panas baru akan terbenam pada pukul 20.00.</p>
<p>Untuk tempat masuk dibagi 2 bagian yaitu bagian bagi penonton yang mempunyai tiket hanya untuk sekali nonton dan bagian lain untuk penonton yang  mempunyai tiket untuk menonton 3 atau 4 hari. Penonton yang menonton 3 atau 4 hari akan diberi gelang tanda pengenal. Untuk anak-anak dan orang cacat juga ada tempat masuk khusus.</p>
<p>Dalam setiap bagian banyak tepat masuknya. Antiannya tertib dan tidak saling berdesak-desakan. Sebelum masuk ke arena konser, petugas akan memeriksa tas dan jaket para penonton. Senjata tajam, botol plastik dan berbagai hal-hal yang membahayakan dilarang dibawa masuk.</p>
<p>Untuk tiket panitia juga menggunakan alat untuk medeteksi keaslian tiket. Untuk tiket yang dibeli melalui internet, terkadang penonton harus menunjukkan kartu identitas untuk menyocokkan antar nama yang tertera di tiket dengan nama yang ada di alat petugas yang sudah online dengan pusat database.</p>
<p><strong>Tempat konser</strong></p>
<p>Akhirnya setelah setengah jam berada di dalam antrian, akhirnya saya bisa masuk ke dalam lapangan areal. Menurut panitia, luas lapangan areal konser ini lebih kurang 8 hektar. Di dalamnya ada 3 panggung besar dan yang diberi  nama yaitu Glenmor, Kerouac dan Xavier Grall. Khusus untuk panggung Glenmor, ada tempat khusus untuk para orang cacat.</p>
<p>Panggung konser didekorasi dengan ornamen khas festival Vieilles Charrues. Panggung konser dilengkapi dengan tata suara dan tata lampu yang sangat mutakhir. Untuk membantu penonton melihat konser dari kejauhan, di kiri-kanan panggung dilengkapi layar besar.</p>
<p>Selain panggung di dalam lapangan areal konser juga terdapat stan-stan yang menjual makanan, minuman dan souvenir khas festival Vieilles Charrues. Ada juga stan yang memberikan kesempatan kepada penonton untuk mencoba gitar animasi. Selain itu toilet dan tempat perawatan untuk pertolongan darurat juga tersedia. Untuk penggemar filateli, ada kartu pos bergambar festival Vieilles Charrues tahun itu. Tinggal membeli perangko dan langsung ada diberi stempel festival Vieilles Charrues dari pihak kantor pos.</p>
<p>Di areal lapangan konser, saya melihat juga beberapa keluarga dengan membawa kursi piknik menggelarnya di tempat itu. Dari hal ini terlihat bahwa fastival ini memang untuk seluruh anggota keluarga. Mungkin bisa dikatakan festival ini bukan sekedar konser musik tetapi juga menjadi tempat piknik keluarga.</p>
<p><strong>Suasana konser</strong></p>
<p>Untuk tanggal 17 Juli 2008, semua konser diselenggarakan di panggung  Glenmor, panggung paling besar diantara  tiga panggung di festival ini. Untuk hari pertama itu, konser dimulai jam 18.30. Di hari-hari selanjutnya konser akan dimulai jam 15.00.</p>
<p>Tepat jam 18.30, konser dimulai dengan penampilan BB Brunes. BB Brunes merupakan grup anak-anak muda Perancis dengan jenis musik rock yang didirikan tahun 2006. Beranggotakan 4 orang. Pada saat itu lagu-lagu BB Brunes sedang menjadi hit di kalangan remaja Perancis. Di konser pada festival kali ini , BB Brunes tampil prima dengan hits-hits mereka. Dan tentunya pada saat mereka tampil, penonton-penonton terutama remaja mengikuti setiap lagunya yang sudah terhapal di luar kepala mereka. Akhirnya pada jam 19.15 konser pertama berakhir.</p>
<p>Panggung di istirahatkan selama 45 menit. Selama masa istirahat, para penonton membeli makan malam di stan-stan makanan di lokasi konser. Penonton lain juga berburu souvenir khas festival Vieilles Charrues berupa t-shirt, topi, ceret dan banyak jenis lainnya yang semuanya tentu bermotif Vieilles Charrues. Ada juga penonton yang mencoba gitar animasi di sebuah stand. Dan pada saat saya berjalan di sekeliling stand, saya bertemu dengan sekelompok atau mungkin segerombolan gadis-gadis muda yang mengenakan t-shirt putih dengan tulisan I ♥ VC (<em>VC= Vieilles Charrues, red</em>). Terlihat cantik dan seksi tentunya.</p>
<p>Tepat pukul 20.00, giliran Motorhead yang unjuk gigi. Grup musik heavy Metal senior dari Inggris langsung mengguncang panggung festival Vieilles Charrues dengan lagu-lagu mereka. Formasi mereka pada festival ini adalah dengan 3 orang pemain. Hentakan drum serta irama gitar yang tergolong cepat benar-benar membuat suasana sore itu yang menjelang magrib menjadi lebih bergairah. Apalagi di dukung dengan suara vokalis  yang rada serak tapi berwibawa benar-benar membuktikan bahwa mereka adalah salah satu grup heavy metal yang disegani. Di pihak penonton sendiri mereka benar-benar mengikuti irama musik rock yang cepat keras ini gerakan badan dan kepala. Dalam konser, vokalis motorhead sesekali mengajak penonton untuk berkomunikasi. Dan konser grup ini berakhir jam 21.15.</p>
<p><strong>Jaga lingkungan</strong></p>
<p>Walau ini festival Vieilles Charrues adalah festival musik dan penuh hal-hal menyenangkan, tetapi kepedulian kepada lingkungan juga tetap diperhatikan. Untuk urusan yang satu ini semua pihak saling berkerja sama.</p>
<p>Pihak panitia mnyediakan banyak tempat sampah. Ada beberapa stand tempat para penonton mengumpulkan gelas plastik bekas minum mereka. Dan selama masa istirahat, ada beberapa relawan yang mengumpulkan sampah gelas plastik bekas minuman penonton.</p>
<p>Dari pihak penonton sendiri, jika mereka dalam satu kelompok setelah minum ada yang mengumpulkan gelas minum plastik mereka. Orang yang mengumpulkan gelas minum ini akan memberikan tumpukan gelas kepada relawan kebersihan yang lewat. Atau memberikannya nanti ke stan pengumpulan gelas plastik untuk proses daur ulang. Sedangkan untuk yang sendiri, bisa membuangnya di tempat sampah atau memberikan kepada relawan kebersihan yang lewat. Sehingga di akhir acara, tempat konser relatif bersih.</p>
<p><strong>Konser malam yang menawan</strong></p>
<p>Hari sudah mulai gelap. Lampu-lampu sudah dinyalakan. Jam 22.00, Ben Harper dan Innoncent Criminals yang tampil. Penyanyi dari Amerika ini benar-benar menunjukkan kelasnya. Suara yang jernih ditambah dengan variasi permainan gendang dari anggota grup Innoncent Criminals membuat konser ini sangat menawan. Terkadang Ben Harper bernyannyi dan memainkan gitar dengan sistim air tapping dan diiringi dengan permainan instrumen lain dari anggota grup Innoncent Criminals membuat konser musiknya tidak terkesan monoton.  Suara Ben Harper yang juga berkesan berwibawa dengan lagu-lagu penuh makna membuat hiburan yang menawan pada malam itu. Setelah satu setengah jam Ben Harper dan grupnya mengisi panggung, mereka mengakhir konser malam itu dengan kesan sangat menawan.</p>
<p>Pangggung dibiarkan kosong selama 45 menit untuk masa istirahat. Malam makin larut. Waktu telah menunjukkan pukl 23.30. Walau pun demikian penonton belum beranjak dari lokasi konser. Mereka hanya pergi ke stan makanan dan minuman untuk membeli sesuatu untuk mereka nikmati selama menunggu konser berikutnya.</p>
<p>Pada jam 00.15, konser terakhir pada hari itu dimulai. Yang tampil adalah grup dari Inggris bernama Babyshambles. Mereka menyanyikan lagu-lagu mereka. Penonton tetap bersemangat dan bergoyang mengikuti lagu-lagu grup ini. Penampilan grup ini  bagus. Tetapi bila dibandingkan dengan permainan grup-grup sebelumnya, permainan grup ini masih dibawah 3 konser sebelumnya.</p>
<p><strong>Akhir malam</strong></p>
<p>Waktu sudah menujukkan pukul 01.15. Konser Babyshambles barusan saja berakhir. Semua penonton berjalan menuju pintu keluar. Mereka keluar dengan tertib. Bagi yang berkemah akan pulang ke tenda mereka di yang lokasi perkemahannyanya tepat di depan pintu masuk lokasi  konser. Sedangkan yang menggunakan mobil harus berjalan meuju tempat mereka memarkirkan mobil lebih kurang 1 km dari pintu masuk konser.</p>
<p>Pada saat pulang ada yang bertanya kepada saya siapa sih yang konsernya paling bagus pada sore malam itu? Saya menyatakan kalau konser Ben Harper yang paling bagus hari itu. Karena mungkin orang ini yang penggemar musik rock, dia ngak terima. Baginya Motorhead tetaplah yang terbaik pada hari itu. Dan sebelah saya juga ada seorang penonton yang sependapat dengan saya yang menyatakan kalau Ben Harper memang memberikan performa terbaik pada hari itu.</p>
<p>Dikarenakan ada tugas kuliah yang harus saya selesaikan secepanya maka saya hanya bisa menonton di hari pertama festival Vieilles Charrues 2008. Di hari kedua, ketiga dan keempat akan tampil beberapa penyanyi dan grup yang terkenal seperti ZZ Top, Duffy dan Vanessa Paradis. Sedangkan dari Perancis sederet nama  penyanyi terkenal juga tampil seperti Christhope Mae, Yael Naim, Gad El Maleh dan masih banyak lagi.</p>
<p><strong>Tahun ini </strong></p>
<p>Dengan berbagai hal-hal mendukung maka pantas saja festival musik di kota dengan jumlah penduduk hanya 7 ribu ini didatangi penonton sekitar 215 ribu. Terlihat keterpaduan pengaturan pihak panitia, pihak pemerintah kota dan penduduk kota. Panitia melakukan pengaturan sebaik mungkin termasuk masalah keamanan rumah-rumah penduduk kota. Pemerintah kota dan penduduk juga mendukung keberadaan festival ini.</p>
<p>Dan yang tidak bisa dilupakan adalah faktor kedisplinan penonton dan toleransi antara sesamanya. Mereka datang untuk menyalurkan apresiasi mereka terhadap berbagai macam jenis musik yang ditampilkan bukan untuk berbuat onar dan taat kepada peraturan yang diberlakukan oleh panitia sehingga terjadi konser yang tertib dan tidak menimbulkan kerusuhan. Jadi di saat bersenang-senang mereka tidak melupakan bahwa mereka harus toleransi ke para penonton lain sehingga acara konser musik berjalan lancar.</p>
<p>Di malam hari sebelum saya meninggalkan tempat konser Les Vielles Charrues 2008, saya berpikir mungkin suatu saat saya akan datang lagi ke festival Vieilles Charrues untuk mendapatkan hal-hal baru untuk dalam kehidupan saya.  (Luth)</p>
<p>Diterbitkan oleh Harian Online Kabar Indonesia (6 Agustus 2009)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppirennes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppirennes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppirennes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppirennes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppirennes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppirennes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppirennes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppirennes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppirennes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppirennes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppirennes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppirennes.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppirennes.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppirennes.wordpress.com/757/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=757&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppirennes.wordpress.com/2010/08/08/festival-les-vieilles-charrues-carhaix-menikmati-salah-satu-festival-musik-musim-panasanas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c4549c8c1913b61d56a1a97c9fb2fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppirennes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppirennes.files.wordpress.com/2010/08/07patung-festival-vieilles-charrues-2008-111.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">07Patung-festival-Vieilles-Charrues-2008-11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pindah Tempat Tinggal di Perancis</title>
		<link>http://ppirennes.wordpress.com/2010/06/04/pindah-tempat-tinggal-di-perancis/</link>
		<comments>http://ppirennes.wordpress.com/2010/06/04/pindah-tempat-tinggal-di-perancis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 22:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppirennes</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://ppirennes.wordpress.com/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya saat musim panas tiba, beberapa residence universitas memaksa mahasiswa (yang menyewa kamarnya) untuk pindah ke tempat lain. Kenapa ..? mungkin karena ada perbaikan, mungkin juga karena pegawainya sedang liburan atau mungkin untuk penghematan bagi mahasiswa sendiri, karena biasanya saat musim panas mereka (mahasiswa) rekreasi atau mudik ke negaranya sehingga rugi kalo tetap bayar tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=723&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya saat musim panas tiba, beberapa residence universitas memaksa mahasiswa (yang menyewa kamarnya) untuk pindah ke tempat lain. Kenapa ..? mungkin karena ada perbaikan, mungkin juga karena pegawainya sedang liburan atau mungkin untuk penghematan bagi mahasiswa sendiri, karena biasanya saat musim panas mereka (mahasiswa) rekreasi atau mudik ke negaranya sehingga rugi kalo tetap bayar tapi gak ditempati. Yang pasti hal seperti itu biasa terjadi di Rennes.</p>
<p>Contoh diatas merupakan salah satu hal yang menyebabkan kita harus pindah tempat tinggal. Banyak hal lain yang memaksa kita harus pindah apartemen baik di kota yang sama maupun di luar kota. Nah kali ini saya ingin berbagi pengalaman pindah apartemen alias pindah kamar. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memilih/mencari tempat tinggal baru (TTB) yang tersedia dan sesuai dengan harga, wilayah dan jenis tempat tinggal yang kita mau. Kalo sudah memilih TTB, tentukan tanggal/saat yang tepat untuk pindahan, kenapa? Agar kita hemat biaya. Jangan sampai kita membayar sewa dua tempat tinggal bersamaan gara-gara kita sudah terlanjur tanda tangan kontrak untuk menempati pada tanggal tersebut sedangkan dengan pemilik yang lama kita baru diperbolehkan pindah 1-3 bulan lagi. Nah bagaimana kita menentukan tanggal/saat yang tepat untuk pindahan. Caranya adalah tanyakan ke pemilik lama berapa bulan sebelumnya kita harus memberitahukan kepindahan kita. Selanjutnya atur tanggal dengan pemilik baru sesuai dengan tanggal saat kita keluar dari tempat tinggal yang lama (TTL). Kalo sudah diputuskan tanggal yang tepat, baru kemudian kita tanda tangan kontrak dengan TTB dan memberitahu pemilik TTL. Pointnya, jangan sampai kita melepas yang lama sebelum mendapat yang baru.</p>
<p>Langkah selanjutnya adalah memastikan semua keperluan yang berhubungan dengan alamat rumah lama sudah diganti ke alamat baru. Adapun beberapa urusan yang berhubungan dengan alamat rumah adalah Carte de Sejour, account bank, CAF, langganan listrik/gas/air/telephone, asuransi dll.</p>
<p>Semoga bermanfaat, Istas</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppirennes.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppirennes.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppirennes.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppirennes.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppirennes.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppirennes.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppirennes.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppirennes.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppirennes.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppirennes.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppirennes.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppirennes.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppirennes.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppirennes.wordpress.com/723/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=723&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppirennes.wordpress.com/2010/06/04/pindah-tempat-tinggal-di-perancis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c4549c8c1913b61d56a1a97c9fb2fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppirennes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menutup Account Bank di Perancis</title>
		<link>http://ppirennes.wordpress.com/2010/06/04/menutup-account-bank-di-perancis/</link>
		<comments>http://ppirennes.wordpress.com/2010/06/04/menutup-account-bank-di-perancis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 21:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppirennes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya/Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppirennes.wordpress.com/?p=721</guid>
		<description><![CDATA[Account bank merupakan hal yang paling vital saat kita pertama kali tiba diperancis. Bahkan lebih vital daripada mengurus carte de sejour (semacam KTP untuk orang asing). Mengapa vital? Karena saat pertama kali kita tiba di perancis, kita butuh untuk administrasi tempat tinggal kita. Nah biasanya (tidak selalu) pihak yang menyewakan akan meminta kita untuk memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=721&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Account bank merupakan hal yang paling vital saat kita pertama kali tiba diperancis. Bahkan lebih vital daripada mengurus carte de sejour (semacam KTP untuk orang asing). Mengapa vital? Karena saat pertama kali kita tiba di perancis, kita butuh untuk administrasi tempat tinggal kita. Nah biasanya (tidak selalu) pihak yang menyewakan akan meminta kita untuk memberikan garansi sewa berupa cek. Kenapa dalam bentuk cek, karena lebih simple atau biar uangnya masih bisa kita pake alias belum dicairkan sama yang menyewakan. Selain itu biasanya (tidak selalu) bagian administrasi tidak menerima uang cash untuk pembayaran sewa bulanan karena mereka hanya bertugas mencatat dan tidak ingin mengurusi uang cash. Nah gimana kita bisa punya cek kalo gak punya account bank. Apalagi jika tempat yang kita sewa mengharuskan kita berlangganan listrik/gas/air sendiri, sudah pasti perusahaan penyedia layanan meminta account bank kita sebagai syarat mendaftar. Selain dibutuhkan untuk urusan tempat tinggal, account bank juga dibutuhkan saat kita mengurus student card di kampus dan juga saat mengurus CAF (lembaga sosial pemerintah pemberi bantuan sewa rumah). </p>
<p>Terus masalahnya apa….? Masalahnya adalah bagaimana kita menutup account bank jika kita ingin kembali ke Indonesia atau ingin pindah bank lain? Nah kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang cara menutup rekening bank. Langkah paling awal adalah pastikan kita sudah tidak lagi memiliki tagihan listrik/air/gaz/operator HP yang masih belum terbayar. Yang kedua, pastikan semua cek yang telah kita bayarkan ke orang atau instansi telah di cairkan. Kalo nomor satu dan nomor dua sudah beres, baru kirim surat (dilampiri dengan kartu ATM dan buku cek yang masih sisa) ke bank bahwa kita akan menutup bank. Ingat, suratnya harus menggunakan layanan ‘recommande avec avis de reception’ alias dengan tanda terima kalo surat sudah diterima di bank. Nah kalo alasan menutup account bank adalah untuk pindah ke bank lain atau bank yang sama di kota lain maka pastikan langkah berikutnya adalah kita telah mempunya account bank yang baru sebelum menutup account bank yang lama dan telah memberitahu semua instansi atau perusahaan yang ada hubungannya dengan account bank kita yang lama pindah ke account bank kita yang baru. Tujuannya agar kalo mereka ingin transfer uang gak salah alamat. Atau kalo mereka mau nagih juga gak salah alamat. Adapun instansi dan perusahaan tersebut misalya instansi pemberi beasiswa, CAF, Asuransi, tagihan listrik/gas/air/HP, pemilik kamar yang kita sewa dll. Langkah terakhir adalah menunggu proses selesai. Kalo proses selesai, sisa uang kita di bank lama akan di berikan secara tunai atau di transfer ke account bank yang baru. Begitu, semoga bermanfaat.</p>
<p>Salam, Istas</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppirennes.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppirennes.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppirennes.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppirennes.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppirennes.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppirennes.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppirennes.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppirennes.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppirennes.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppirennes.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppirennes.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppirennes.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppirennes.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppirennes.wordpress.com/721/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppirennes.wordpress.com&amp;blog=7360890&amp;post=721&amp;subd=ppirennes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppirennes.wordpress.com/2010/06/04/menutup-account-bank-di-perancis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c4549c8c1913b61d56a1a97c9fb2fb5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppirennes</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
